Pengertian Tidur
Tidur merupakan suatu kondisi tidak sadar dimana individu
dapat dibangunkan oleh stimulus atau sensoris yang sesuai dengan perkataan
lain, tidur merupakan suatu keadaan tidak sadarkan diri relatif.
Tujuan tidur
Secara jelas tidak diketahui, namun diyakini tidur
diperlukan untuk menjaga keseimbangan mental emosional dan kesehatan.
-
Membantu mengatasi stress sedang/cemas
-
Membantu seseorang untuk mengembalikan energi
(pikiran) untuk konsentrasi
-
Membantu agar tetap interest dalam beraktivitas
Fisiologi tidur
Tidur merupakan kegiatan tidur yang melibatkan hubungan
mekanisme serebral secara bergantian agar mengaktifkan dan menekan pusat otak
untuk dapat tidur dan bangun.
Jenis-jenis tidur
Berdasarkan prosesnya, terdapat dua jenis tidur, yaitu:
-
Jenis tidur nonrapid
eye movement (NREM), jenis tidur ini dikenal dengan tidur yang dalam
istirahat penuh dengan gelombang otak yang lebih lambat (tidur nyenyak).
Ciri-ciri tidur nyenyak yaitu, menyegarkan tanpa mimpi, individu berada dalam
keadaan istirahat penuh, tekanan darah menurun, pergerakan bola mata melambat,
mimpi berkurang, dan metabolisme turun.
Tahapan tidur
jenis NREM
a.
Tahap I
Tahap transisi antara bangun dan tidur.
b.
Tahap II
Tidur ringan dan proses tubuh terus menurun.
c.
Tahap III
Tahap tidur dengan ciri denyut nadi, frekuensi napas,
dan proses tubuh lainnya lambat karena adanya dominasi sistem saraf
parasimpatis.
d.
Tahap IV
Tahap tidur dalam dengan ciri kecepatan jantung dan
pernapasan turun, jarang bergerak, sulit dibangunkan, gerak bola mata cepat,
sekresi lambung menurun dan tonus otot menurun.
-
Jenis tidur rapid
eye movement (REM) berlangsung pada tidur malam terjadi selama 5-20 menit,
rata-rata timbul 90 menit. Periode pertama terjadi selama 80-100 menit. Ciri
tidur REM adalah sebagai berikut:
a.
Mimpi aktif.
b.
Lebih sult dibangunkan.
c.
Tonus otot sangat tertekan.
d.
Frekuensi jantung dan pernapasan menjadi tidak
teratur.
e.
Terjadi gerakan otot yang tidak teratur pada
otot perife.
f.
Mata cepat tertutup dan terbuka, nadi cepat,
tekanan darah meningkat, dan metabolisme meningkat.
g.
Tidur ini penting untuk keseimbangan mental,
emosi, juga berperan dalam belajar, memori, dan adaptasi.
Faktor yang mempengaruhi tidur
1.
Penyakit
2.
Latihan dan kecelakaan
3.
Stress psikologis
4.
Obat
5.
Nutrisi
6.
Lingkungan
7.
Motivasi
Gangguan/masalah kebutuhan tidur
1.
Insomnia : suatu keadaan yang menyebabkan
individu tidak mampu mendapatkan tidur yang adekuat, baik secara kualitas
maupun kuantitas, sehingga individu tersebut hanya tidur sebentar atau susah
tidur. Insomnia terbagi menjadi tiga, yaitu inisial insomnia, intermiten
insomnia dan terminal insomnia.
2.
Hipersomnia : gangguan tidur dengan kriteria
tidur berlebihan.
3.
Parasomnia : kumpulan beberapa penyakit yang
mengganggu pola tidur.
4.
Enuresis : buang air kecil yang tidak disengaja
pada waktu tidur. Enuresis ada dua macam yaitu, enuresis nokturnal dan enuresis
diurnal.
5.
Apnea tidur dan mendengkur : mendengkur yang di
sertai dengn keadaan apnea dapat menjadi masalah. Tapi jika hanya mendengkur
saja tidak menjadi gangguan tidur.
6.
Narkolepsi : keadaan tidur yang tidak dapat di
kendalikan
7.
Mengigau : suatu gangguan bila terjadi terlalu
sering dan di luar kebiasaan menyebabkan kualitas dan kebutuhan tidur berkurang
sehingga dapat mengganggu fungsi organ dalam tubuh (perbaikan sel) dan dapat
mudah menyebabkan masalah psikologis.
8.
Gangguan pola tidur secara umum : individu
mengalami risiko perubahan jumlah dan kualitas pola istirahat yang menyebabkan
ketidaknyamanan (carpenito 1995)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar