Senin, 31 Maret 2014

Tidur



Pengertian Tidur

Tidur merupakan suatu kondisi tidak sadar dimana individu dapat dibangunkan oleh stimulus atau sensoris yang sesuai dengan perkataan lain, tidur merupakan suatu keadaan tidak sadarkan diri relatif.
Tujuan tidur
Secara jelas tidak diketahui, namun diyakini tidur diperlukan untuk menjaga keseimbangan mental emosional dan kesehatan.
-          Membantu mengatasi stress sedang/cemas
-          Membantu seseorang untuk mengembalikan energi (pikiran) untuk konsentrasi
-          Membantu agar tetap interest dalam beraktivitas

Fisiologi tidur
Tidur merupakan kegiatan tidur yang melibatkan hubungan mekanisme serebral secara bergantian agar mengaktifkan dan menekan pusat otak untuk dapat tidur dan bangun.

Jenis-jenis tidur
Berdasarkan prosesnya, terdapat dua jenis tidur, yaitu:
-          Jenis tidur nonrapid eye movement (NREM), jenis tidur ini dikenal dengan tidur yang dalam istirahat penuh dengan gelombang otak yang lebih lambat (tidur nyenyak). Ciri-ciri tidur nyenyak yaitu, menyegarkan tanpa mimpi, individu berada dalam keadaan istirahat penuh, tekanan darah menurun, pergerakan bola mata melambat, mimpi berkurang, dan metabolisme turun.
Tahapan tidur jenis NREM
a.       Tahap I
Tahap transisi antara bangun dan tidur.
b.      Tahap II
Tidur ringan dan proses tubuh terus menurun.
c.       Tahap III
Tahap tidur dengan ciri denyut nadi, frekuensi napas, dan proses tubuh lainnya lambat karena adanya dominasi sistem saraf parasimpatis.
d.      Tahap IV
Tahap tidur dalam dengan ciri kecepatan jantung dan pernapasan turun, jarang bergerak, sulit dibangunkan, gerak bola mata cepat, sekresi lambung menurun dan tonus otot menurun.

-          Jenis tidur rapid eye movement (REM) berlangsung pada tidur malam terjadi selama 5-20 menit, rata-rata timbul 90 menit. Periode pertama terjadi selama 80-100 menit. Ciri tidur REM adalah sebagai berikut:
a.       Mimpi aktif.
b.      Lebih sult dibangunkan.
c.       Tonus otot sangat tertekan.
d.      Frekuensi jantung dan pernapasan menjadi tidak teratur.
e.      Terjadi gerakan otot yang tidak teratur pada otot perife.
f.        Mata cepat tertutup dan terbuka, nadi cepat, tekanan darah meningkat, dan metabolisme meningkat.
g.       Tidur ini penting untuk keseimbangan mental, emosi, juga berperan dalam belajar, memori, dan adaptasi.

Faktor yang mempengaruhi tidur
1.       Penyakit
2.       Latihan dan kecelakaan
3.       Stress psikologis
4.       Obat
5.       Nutrisi
6.       Lingkungan
7.       Motivasi

Gangguan/masalah kebutuhan tidur
1.       Insomnia : suatu keadaan yang menyebabkan individu tidak mampu mendapatkan tidur yang adekuat, baik secara kualitas maupun kuantitas, sehingga individu tersebut hanya tidur sebentar atau susah tidur. Insomnia terbagi menjadi tiga, yaitu inisial insomnia, intermiten insomnia dan terminal insomnia.
2.       Hipersomnia : gangguan tidur dengan kriteria tidur berlebihan.
3.       Parasomnia : kumpulan beberapa penyakit yang mengganggu pola tidur.
4.       Enuresis : buang air kecil yang tidak disengaja pada waktu tidur. Enuresis ada dua macam yaitu, enuresis nokturnal dan enuresis diurnal.
5.       Apnea tidur dan mendengkur : mendengkur yang di sertai dengn keadaan apnea dapat menjadi masalah. Tapi jika hanya mendengkur saja tidak menjadi gangguan tidur.
6.       Narkolepsi : keadaan tidur yang tidak dapat di kendalikan
7.       Mengigau : suatu gangguan bila terjadi terlalu sering dan di luar kebiasaan menyebabkan kualitas dan kebutuhan tidur berkurang sehingga dapat mengganggu fungsi organ dalam tubuh (perbaikan sel) dan dapat mudah menyebabkan masalah psikologis.
8.       Gangguan pola tidur secara umum : individu mengalami risiko perubahan jumlah dan kualitas pola istirahat yang menyebabkan ketidaknyamanan (carpenito 1995)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar