Jumat, 10 April 2015

Perkenalan

Hai semua pengunjung blog yang tersayang.. Perkenalkan nama akte saya Lastrida Elisa, nama baptis saya Maria Lastrida Elisa Sitanggang, beragama Katolik. Lahir di Serang pada tanggal 11 Januari 1994. Anak pertama dari empat bersaudara, memiliki satu orang adik perempuan dan dua orang adik laki-laki. Kedua orangtua saya asli orang Batak, akan tetapi semua anak-anaknya terancam menjadi orang Banten karena lahir dan besar di tanah ini. Namun kami selalu diajarkan budaya dan bahasa Batak meskipun tidak kental seperti di Sumatera pada aslinya. 

Dari kecil saya sering mengalami diskriminasi karena perbedaan asal daerah, maklum di lingkungan tempat tinggal mayoritas penduduknya ialah perantau dari tanah jawa. Dengan keadaan yang seperti ini saya tidak merasa sedih, karena di sekolah telah diajarkan oleh guru jika negara Indonesia merupakan negara majemuk yang memiliki beranekaragam adat budaya, bahasa, serta warisan alam yang begitu kaya. Oleh karena itu, saya merasa bersyukur karena berada di lingkungan yang melatih mental akan adanya perbedaan. Keadaan ini tidak berlangsung lama setelah Papah dan Mamah membaur di lingkungan rumah, hal yang sering saya rasakan secara perlahan telah berubah. Lambat laun persahabatan antara teman-teman tetangga mulai terjalin. Ya tidak langsung harmonis begitu saja, masih terjadi perselisihan antara satu sama lain yang tidak nyaman akan keberadaanku. Beruntungnya setelah menerima nasihat dari salah satu tetangga yang sering mengajar ngaji, kami dapat bersahabat dengan baik dan menjalani kehidupan bertetangga yang harmonis. Hanya keluarga saya yang beragama Katolik, namun kami ikut membaur dalam kegiatan keagamaan seperti proses pembangunan Masjid, membantu penyelenggaraan pengajian dan lain sebagainya. Jika masa puasa bagi umat Islam tiba, saya juga ikut puasa dan berbuka puasa bersama-sama teman di rumah kami secara berganti-gantian. Rasa kekeluargaan diantara kami telah terbina dengan baik. Bila ada yang salah satu keluarga yang sedang bahagia, sakit atau berduka, kami ikut menyemangati dan memberikan penghiburan sukacita. 

Saat ini sudah tidak seperti dulu dimana sewaktu saya masih kanak-kanak dapat bebas bermain bersama teman-teman, seiring berjalannya waktu kami menempuh pendidikan yang semakin tinggi membuat jarak yang menghalangi kebersamaan seperti dulu. Saya kuliah di luar kota dan teman-teman yang lain sebagian pun kuliah di luar kota, hanya 3 orang saja yang kuliah di sekitar Serang. Meskipun pulang ke rumah, kami tidak dapat bertemu karena kesibukan yang menemani aktivitas sehari-harinya. Hanya bisa berpapasan dijalan saja sudah sangat bersyukur. Ya semoga kami dapat bertemu dan berkumpul bersama lagi. Sangat merindukan kalian semua sahabat..