Hai semua pengunjung
blog yang tersayang.. Perkenalkan nama akte saya Lastrida Elisa, nama
baptis saya Maria Lastrida Elisa Sitanggang, beragama Katolik. Lahir di
Serang pada tanggal 11 Januari 1994. Anak pertama dari empat bersaudara,
memiliki satu orang adik perempuan dan dua orang adik laki-laki. Kedua
orangtua saya asli orang Batak, akan tetapi semua anak-anaknya terancam
menjadi orang Banten karena lahir dan besar di tanah ini. Namun kami
selalu diajarkan budaya dan bahasa Batak meskipun tidak kental seperti
di Sumatera pada aslinya.
Dari
kecil saya sering mengalami diskriminasi karena perbedaan asal daerah,
maklum di lingkungan tempat tinggal mayoritas penduduknya ialah perantau
dari tanah jawa. Dengan keadaan yang seperti ini saya tidak merasa
sedih, karena di sekolah telah diajarkan oleh guru jika negara Indonesia
merupakan negara majemuk yang memiliki beranekaragam adat budaya,
bahasa, serta warisan alam yang begitu kaya. Oleh karena itu, saya
merasa bersyukur karena berada di lingkungan yang melatih mental akan
adanya perbedaan. Keadaan ini tidak berlangsung lama setelah Papah dan
Mamah membaur di lingkungan rumah, hal yang sering saya rasakan secara
perlahan telah berubah. Lambat laun persahabatan antara teman-teman
tetangga mulai terjalin. Ya tidak langsung harmonis begitu saja, masih
terjadi perselisihan antara satu sama lain yang tidak nyaman akan
keberadaanku. Beruntungnya setelah menerima nasihat dari salah satu
tetangga yang sering mengajar ngaji, kami dapat bersahabat dengan baik
dan menjalani kehidupan bertetangga yang harmonis. Hanya keluarga saya
yang beragama Katolik, namun kami ikut membaur dalam kegiatan keagamaan
seperti proses pembangunan Masjid, membantu penyelenggaraan pengajian
dan lain sebagainya. Jika masa puasa bagi umat Islam tiba, saya juga
ikut puasa dan berbuka puasa bersama-sama teman di rumah kami secara
berganti-gantian. Rasa kekeluargaan diantara kami telah terbina dengan
baik. Bila ada yang salah satu keluarga yang sedang bahagia, sakit atau
berduka, kami ikut menyemangati dan memberikan penghiburan sukacita.
Saat
ini sudah tidak seperti dulu dimana sewaktu saya masih kanak-kanak
dapat bebas bermain bersama teman-teman, seiring berjalannya waktu kami
menempuh pendidikan yang semakin tinggi membuat jarak yang menghalangi
kebersamaan seperti dulu. Saya kuliah di luar kota dan teman-teman yang
lain sebagian pun kuliah di luar kota, hanya 3 orang saja yang kuliah di
sekitar Serang. Meskipun pulang ke rumah, kami tidak dapat bertemu
karena kesibukan yang menemani aktivitas sehari-harinya. Hanya bisa
berpapasan dijalan saja sudah sangat bersyukur. Ya semoga kami dapat
bertemu dan berkumpul bersama lagi. Sangat merindukan kalian semua
sahabat..