Dismenore (dysmenorrhea)
berasal dari bahasa Yunani. Kata dys yang berarti sulit, nyeri, abnormal; meno yang berarti bulan;
dan rrhea yang berarti aliran.Dismenore adalah kondisi medis yang terjadi sewaktu haid/menstruasi yang dapat
mengganggu aktivitas dan memerlukan pengobatan yang ditandai dengan nyeri atau rasa sakit di daerah perut maupun panggul.Sebagian besar wanita mengalami gangguan atau keluhan saat menstruasi, diantaranya nyeri saat haid. Nyeri haid dalam istilah medis disebut juga dismenore atau menstrual cramps. Dahulu, dismenore dianggap sebagai masalah psikologis wanita, tetapi sekarang merupakan kondisi medis yang nyata.
Penyebab
dismenore bermacam-macam,
bisa karena penyakit
(radang panggul), endometriosis, tumor
atau kelainan
uterus, selaput
dara atau vagina
tidak berlubang, stres
atau cemas yang berlebihan. Penyebab lain dari dismenore
diduga terjadinya ketidakseimbangan hormonal dan tidak ada hubungan dengan organ reproduksi.
Dismenore
dapat digolongkan berdasarkan jenis nyeri
dan ada tidaknya kelainan
atau sebab yang dapat diamati.Berdasarkan jenis nyeri
adalah:
Dismenore Spasmodik
Dismenore
spasmodik adalah nyeri
yang dirasakan di bagian bawah perut
dan terjadi sebelum atau segera setelah haid
dimulai. Dismenore
spasmodik dapat dialami oleh wanita
muda maupun wanita
berusia 40 tahun ke atas. Sebagian wanita
yang mengalami dismenore
spasmodik, tidak dapat melakukan aktivitas.
Tanda dismenore spasmodik, antara lain:
Tanda dismenore spasmodik, antara lain:
- Pingsan.
- Mual.
- Muntah.
- Dismenore spasmodik dapat diobati atau dikurangi dengan melahirkan bayi pertama, walaupun tidak semua wanita mengalami hal tersebut.
Dismenore Kongestif
Dismenore
kongestif dapat diketahui beberapa hari sebelum haid
datang. Gejala
yang ditimbulkan berlangsung 2 dan 3 hari sampai kurang dari 2 minggu. Pada
saat haid
datang, tidak terlalu menimbulkan nyeri.
Bahkan setelah hari pertama haid,
penderita dismenore
kongestif akan merasa lebih baik.
Gejala yang ditimbulkan pada dismenore kongestif, antara lain:
Gejala yang ditimbulkan pada dismenore kongestif, antara lain:
- Pegal (pegal pada paha).
- Sakit pada payudara.
- Lelah.
- Mudah tersinggung.
- Kehilangan keseimbangan.
- Ceroboh.
- Gangguan tidur.
- Timbul memar di paha dan lengan atas.
·
Dismenore berdasarkan kelainan yaitu :
Dismenore primer
Dismenore primer yaitu terjadi 2 hari sebelum menstruasi tiba dan
biasanya hilang setelah memasuki masa menstruasi sekitar 10% penderita
dismenore primer tidak dapat mengikuti kegiatan sehari hari.
Dismenore primer
Dismenore
sekunder adalah adalah nyeri haid yang disebabkan oleh patologipelvis secara anatomis atau makroskopis dan
terutama terjadi pada wanitaberusia 30-45 tahun (Widjanarko, 2006).
Cara Menghilangkan
Dismenore (Nyeri Haid)
1. Kurangi konsumsi kopi
2. Istirahat yang cukup
3. Olahraga teratur
4. Pemijatan
5. Kompres dengan air hangat
6. Tidak mengkonsumsi minuman
beralkohol
7. Memperbanyak konsumsi buah dan
sayuran
8. Tinggikan posisi pinggul melebihi
bahu ketika tidur telentang untuk membantu Menghilangkan dismenore.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar