Jumat, 04 April 2014

Penyakit Sistem Endokrin Pada Ibu Hamil



PENYAKIT SISTEM ENDOKRIN PADA IBU HAMIL

1.      DEFINISI PENYAKIT SISTEM ENDOKRIN PADA IBU HAMIL
Penyakit system endokrin pada ibu hamil adalah penyakit yang berhubungan dengan hormone yang terdapat dalam tubuh manusia.

2.      JENIS-JENIS PENYAKIT SISTEM ENDOKRIN PADA IBU HAMIL
a.       Penyakit Diabetes Mellitus Gestasional
b.      Penyakit Tirotoksikosis

3.      GEJALA KLINIS
Secara Umum:
·         Berat badan menurun
·         Rasa haus yang berlebihan
·         Cepat lapar
·         Sering kencing pada malam hari
·         Luka sukar sembuh
·         Penurunan dan peningkatan kadar glukosa
·         Gairah seks menurun
·         Demam
·         Keringat yang berlebihan
·         Kulit hangat dan basah
·         Sakit kepala dan pusing
·         Merasa kelelahan dan lemas
·         Adanya gangguan haid
·         Nafas terganggu
·         Rambut rontok

a.      Trimester I
Berat badan menurun, cepat lelah lemas, mual muntah, cepat lapar, rasa haus yang berlebihan, hiversalivasi, sering kencing terutama malam hari, gairah seks menurun, luka sukar sembuh, tekanan darah di atas normal, takikardi, pernafasan cepat, demam, terjadinya  penurun glukosa, adanya perubahan hormon dan  peningkatan metabolisme.
b.      Trimester II
Selain terdapat gejala pada trimester I, pada trimester II terjadinya peningkatan pada tubuh seperti kadar gula darah yang meningkat, adanya Sakit pinggang, kram kaki, varises, cloasma.
c.       Trimester III
Gejala sama terjadi pada trimester I dan trimester II, namun pada semester III ini gejala semakin meningkat seperti terjadinya nyeri pinggang, varises yang semakin terlihat, kram otot, sesak nafas, sering kencing, dan obstipasi bahkan menyebabkan janin yang dikandungnya terganggu.

4.      FAKTOR PENYEBAB
a.       Infeksi
b.      Heriditas
c.       Tumor
d.      Kelainan konginetal

5.      DIAGNOSIS
a.       Anamnesa
Ø  Menanyakan pada pasien keluhan yang dirasakan
Ø  Riwayat kesehatan
Ø  Riwayat kesehatan keluarga
Ø  Riwayat alergi
Ø  Kebiasaan pasien
b.      Pemeriksaan Fisik
Inspeksi
Ø  Lihat apakah adanya kemerahan
Ø  Pengamatan adanya nodul atau benjolan
Ø  Lihat apakah adanya luka yang sukar sembuh
Palpasi
Ø  Meraba di daerah kelenjar tiroid apakah terdapat benjolan
Ø  Pegang dan raba apakah adanya bengkak
Ø  Pegang apakah adanya nyeri
Ø  Pegang apakah adanya demam yang tinggi
Perkusi
Ø  Tidak dilakukan
Auskultasi
Ø  Tidak dilakukan



c.       Pemeriksaan Penunjang
Ø  Pemeriksaan laboratium seperti pemeriksaan darah, urin, gula darah, feses, sputum, kadar kolesterol dll.
Ø  Rontgen
Ø  Elektrokardiografi
Ø  Ultrasonografi

6.      PENATALAKSANAAN
a.       Betres atau istirahat yang cukup
b.      Diet rendah kalori dan makan makanan dengan komposisi yang seimbang
c.       Medika Mentosa (Obat berkhasiat) seperti:
Ø  Obat Hipoglikomik Oral (golongan Sulfonylurea, Biguanid/Metformin, Inhibitor Alfa Glukosidase, Insulin Sensitizing
Ø  Pemberian Insulin
Ø  Propiltiourasil (PTU)
Ø  Fenobarbital
Ø  Reserpin
Ø  Vitamin B komplek
Ø  Parafin liq

v  PENCEGAHAN
·         Olahraga secara teratur/ senam hamil
·         Komsumsi makanan rendah kalori dan makanan dengan komposisi yang seimbang
·         Gaya hidup sehat

JENIS-JENIS PENYAKIT PADA IBU HAMIL

A.    DIABETES MELLITUS GESTASIONAL

1.      DEFINISI
Diabetes mellitus gestasional adalah intoleransi glukosa yang dimulai atau baru ditemukan pada waktu hamil.

2.      GEJALA KLINIS
a.       Trimester I
Berat badan menurun, lemas, kelelahan, sering buang air kencing, mual muntah, cepat lapar, rasa haus yang berlebihan, penurun kadar glukosa,  penglihatan kabur, infeksi pada saluran kandung kemih, vagina dan kulit.
b.      Trimester II
Gejala masih ada yang sama seperti semester I, namun pada trimester II gejala meningkat dengan adanya peningkatan kadar insulin, partus premature.
c.       Trimester III
Selain terjadi pada gejala trimester I dan trimester II, pada trimester III ini adanya peningkatan kadar laktogen plasenta umum, estrogen, progesterone, prolaktin, dan resistensi insulin.

3.      FAKTOR PENYEBAB
a.       Resistensi insulin
b.      Hipersulinemia
c.       Kadar glukosa meningkat
d.      Kelebihan berat badan sebelum hamil
e.       Usia diatas 35tahun saat hamil
f.       Ada riwayat hidup keluarga diabetes
g.      Pernah melahirkan bayi diatas 4kg
h.      Sebelumnya pernah mengalami diabetes mellitus gestasional

4.      DIAGNOSIS
a.       Anamnesa
Ø  Menanyakan pada pasien keluhan yang dirasakan
Ø  Riwayat kesehatan
Ø  Riwayat kesehatan keluarga
Ø  Riwayat alergi
Ø  Kebiasaan pasien

b.      Pemeriksaan Fisik
Inspeksi
Ø  Lihat apakah adanya kemerahan
Ø  Pengamatan adanya nodul atau benjolan
Ø  Lihat apakah adanya luka yang sukar sembuh
Palpasi
Ø  Meraba di daerah kelenjar tiroid apakah terdapat benjolan
Ø   Raba dan pegang adanya pembengkakan
Ø  Meraba apakah adanya nyeri
Ø  Pegang apakah adanya demam yang tinggi
Perkusi
Ø  Tidak dilakukan
Auskultasi
Ø  Tidak dilakukan

c.       Pemeriksaan Penunjang
Ø  Pemeriksaan laboratarium
·         Pemeriksaan kadar glukosa darah
·          Kadar glukosa serum atau plasma yang normal harus kurang dari 130mg/dl (7,2mmol per 1) atau kurang dari 140mg per dl (7,8 mmol per 1 ).
·         Pemeriksaan konsentrasi gula darah
·         Pemeriksaan darah puasa yang diambil dari pemburuh darah vena, serta setelah 1,2,dan3jam pemberian 100g glukosa.
Ø  Rontgen
Ø  Ultrasonografi

5.      PENATALAKSANAAN
a.       Betres atau istirahat yang cukup
b.      Pengaturan pola makan bertujuan menurunkan konsentrasi glukosa serum maternal
c.       Medika mentosa (obat berkhasiat) seperti:
Ø  Pemberian insulin
Ø  Pemberian obat antiabetik seperti metformin dan sulfonylurea dapat dipakai untuk mengendalikan gula darah.



B.     PENYAKIT TIROTOKSIKOSIS

1.      DEFINISI
Tirotoksikosis merupakan suatu keadaan dimana didapatkan kelebihan hormone tiroid karena ini berhubungan dengan suatu kompleks fisiologi dan biokimiawi yang ditemukan bila suatu jaringan memberikan hormon tiroid berlebihan.

2.      GEJALA KLINIS
a.       Trimester I
Berat badan turun, tidak tahan panas, banyak keringat, mudah lelah, sering buang air besar, nafsu makan bertambah, aminore/oligomenore, libido menurun, tekanan darah tinggi, takikardi, frekuensi kecepatan nadi meningkat, demam, fibrilasi atrial, tremor halus repleksi meningkat dan rambut rontok.
b.      Trimester II
Gejala masih sama seperti trimester I, namun pada trimester II  bisa terjadi bayi lahir abortus apalagi tidak diobati.
c.       Trimester III
Semakin besarnya kehamilan maka gejalanya pun cukup berat, bisa terjadinya perdarahan saat persalinan, peningkatan hormon tiroid, dan pembesaran kelenjar tiroid.

3.      FAKTOR PENYEBAB
a.       Penyebab yang paling umum terjadinya tirotoksikosis dalam kehamilan adalah penyakit graves, proses autoimun pada organ spesifik ini biasanya berhubungan dengan antibody yang merangsang kelenjar tiroid.
b.      Struma multinodosa toksik (plumer) dan adenoma toksik.
c.       Penyebab lain yaitu tiroiditis, pemakaian yodium yang berlebihan, obat hormon tiroid dll.

4.      DIAGNOSIS
a.       Anamnesa
Ø  Menanyakan pada pasien keluhan yang dirasakan
Ø  Riwayat kesehatan
Ø  Riwayat kesehatan keluarga
Ø  Riwayat alergi
Ø  Kebiasaan pasien
b.      Pemeriksaan Fisik
Inspeksi
Ø  Lihat apakah adanya kemerahan
Ø  Lihat apakah adanya luka yang sukar sembuh
Ø  Lihat apakah adanya bengkak
Palpasi
Ø  Raba dan pegang adanya pembengkakan
Ø  Meraba apakah adanya nyeri
Ø  Pegang apakah adanya demam yang tinggi
Perkusi
Ø  Tidak dilakukan
Auskultasi
Ø  Tidak dilakukan

c.       Pemeriksaan Penunjang
Ø  Pemeriksaan laboratorium seperti pemeriksaan kadar gula darah
Ø  Rontgen
Ø  Ultrasonografi
Ø  Sidik tiroid atau tyroid scan
Ø  Elektrokardiografi
Ø  Foto toraks

5.      PENATALAKSANAAN
a.       Betres atau istirahat yang cukup
b.      Diet kalori atau pola makan yang seimbang
c.       Medika Mentosa (obat berkhasiat) seperti:
Ø  Obat-obatan jenis thiomide
Ø  Obat antiroid (Propiltiourasil)
Ø  Metformin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar