PENYAKIT SISTEM ENDOKRIN PADA IBU HAMIL
1.
DEFINISI
PENYAKIT SISTEM ENDOKRIN PADA IBU HAMIL
Penyakit
system endokrin pada ibu hamil adalah penyakit yang berhubungan dengan hormone
yang terdapat dalam tubuh manusia.
2.
JENIS-JENIS
PENYAKIT SISTEM ENDOKRIN PADA IBU HAMIL
a. Penyakit
Diabetes Mellitus Gestasional
b. Penyakit
Tirotoksikosis
3.
GEJALA
KLINIS
Secara Umum:
·
Berat badan menurun
·
Rasa haus yang
berlebihan
·
Cepat lapar
·
Sering kencing pada
malam hari
·
Luka sukar sembuh
·
Penurunan dan peningkatan
kadar glukosa
·
Gairah seks menurun
·
Demam
·
Keringat yang
berlebihan
·
Kulit hangat dan
basah
·
Sakit kepala dan pusing
·
Merasa kelelahan
dan lemas
·
Adanya gangguan
haid
·
Nafas terganggu
·
Rambut rontok
a. Trimester
I
Berat badan menurun, cepat lelah lemas,
mual muntah, cepat lapar, rasa haus yang berlebihan, hiversalivasi, sering
kencing terutama malam hari, gairah seks menurun, luka sukar sembuh, tekanan
darah di atas normal, takikardi, pernafasan cepat, demam, terjadinya penurun glukosa, adanya perubahan hormon
dan peningkatan metabolisme.
b. Trimester
II
Selain terdapat gejala pada
trimester I, pada trimester II terjadinya peningkatan pada tubuh seperti kadar
gula darah yang meningkat, adanya Sakit
pinggang, kram kaki, varises, cloasma.
c. Trimester
III
Gejala sama terjadi pada trimester
I dan trimester II, namun pada semester III ini gejala semakin meningkat
seperti terjadinya nyeri pinggang, varises yang semakin terlihat, kram otot,
sesak nafas, sering kencing, dan obstipasi bahkan menyebabkan janin yang dikandungnya
terganggu.
4.
FAKTOR
PENYEBAB
a. Infeksi
b. Heriditas
c. Tumor
d. Kelainan konginetal
5.
DIAGNOSIS
a. Anamnesa
Ø Menanyakan
pada pasien keluhan yang dirasakan
Ø Riwayat
kesehatan
Ø Riwayat
kesehatan keluarga
Ø Riwayat
alergi
Ø Kebiasaan
pasien
b. Pemeriksaan
Fisik
Inspeksi
Ø Lihat apakah adanya kemerahan
Ø Pengamatan adanya nodul atau benjolan
Ø Lihat apakah adanya luka yang sukar sembuh
Palpasi
Ø Meraba di daerah kelenjar tiroid apakah terdapat benjolan
Ø Pegang dan raba apakah adanya bengkak
Ø Pegang apakah adanya nyeri
Ø Pegang apakah adanya demam yang tinggi
Perkusi
Ø Tidak dilakukan
Auskultasi
Ø Tidak dilakukan
c. Pemeriksaan
Penunjang
Ø Pemeriksaan
laboratium seperti pemeriksaan darah, urin, gula darah, feses, sputum, kadar
kolesterol dll.
Ø Rontgen
Ø Elektrokardiografi
Ø Ultrasonografi
6.
PENATALAKSANAAN
a. Betres
atau istirahat yang cukup
b. Diet
rendah kalori dan makan makanan dengan komposisi yang seimbang
c. Medika
Mentosa (Obat berkhasiat) seperti:
Ø Obat
Hipoglikomik Oral (golongan Sulfonylurea, Biguanid/Metformin, Inhibitor Alfa
Glukosidase, Insulin Sensitizing
Ø Pemberian
Insulin
Ø Propiltiourasil
(PTU)
Ø Fenobarbital
Ø Reserpin
Ø Vitamin
B komplek
Ø Parafin
liq
v PENCEGAHAN
·
Olahraga secara teratur/
senam hamil
·
Komsumsi makanan rendah
kalori dan makanan dengan komposisi yang seimbang
·
Gaya hidup sehat
JENIS-JENIS PENYAKIT PADA IBU HAMIL
A.
DIABETES
MELLITUS GESTASIONAL
1.
DEFINISI
Diabetes mellitus gestasional
adalah intoleransi glukosa yang
dimulai atau baru ditemukan pada waktu hamil.
2.
GEJALA KLINIS
a. Trimester
I
Berat badan menurun, lemas, kelelahan,
sering buang air kencing, mual muntah, cepat lapar, rasa haus yang berlebihan,
penurun kadar glukosa, penglihatan
kabur, infeksi pada saluran kandung kemih, vagina dan kulit.
b. Trimester
II
Gejala masih ada yang sama seperti
semester I, namun pada trimester II gejala meningkat dengan adanya peningkatan kadar
insulin, partus premature.
c. Trimester
III
Selain terjadi pada gejala
trimester I dan trimester II, pada trimester III ini adanya peningkatan kadar
laktogen plasenta umum, estrogen, progesterone, prolaktin, dan resistensi
insulin.
3.
FAKTOR
PENYEBAB
a. Resistensi
insulin
b. Hipersulinemia
c. Kadar
glukosa meningkat
d. Kelebihan
berat badan sebelum hamil
e. Usia
diatas 35tahun saat hamil
f. Ada
riwayat hidup keluarga diabetes
g. Pernah
melahirkan bayi diatas 4kg
h. Sebelumnya
pernah mengalami diabetes mellitus gestasional
4.
DIAGNOSIS
a. Anamnesa
Ø Menanyakan
pada pasien keluhan yang dirasakan
Ø Riwayat
kesehatan
Ø Riwayat
kesehatan keluarga
Ø Riwayat
alergi
Ø Kebiasaan
pasien
b. Pemeriksaan
Fisik
Inspeksi
Ø Lihat apakah adanya kemerahan
Ø Pengamatan adanya nodul atau benjolan
Ø Lihat apakah adanya luka yang sukar sembuh
Palpasi
Ø Meraba di daerah kelenjar tiroid apakah terdapat benjolan
Ø Raba dan pegang
adanya pembengkakan
Ø Meraba apakah adanya nyeri
Ø Pegang apakah adanya demam yang tinggi
Perkusi
Ø Tidak dilakukan
Auskultasi
Ø Tidak dilakukan
c. Pemeriksaan
Penunjang
Ø Pemeriksaan
laboratarium
·
Pemeriksaan kadar glukosa darah
·
Kadar glukosa serum atau plasma
yang normal harus kurang dari 130mg/dl (7,2mmol per 1) atau kurang dari 140mg
per dl (7,8 mmol per 1 ).
·
Pemeriksaan konsentrasi gula darah
·
Pemeriksaan darah puasa yang diambil dari pemburuh darah vena, serta
setelah 1,2,dan3jam pemberian 100g glukosa.
Ø Rontgen
Ø Ultrasonografi
5.
PENATALAKSANAAN
a. Betres
atau istirahat yang cukup
b. Pengaturan pola makan bertujuan menurunkan
konsentrasi glukosa serum maternal
c. Medika
mentosa (obat berkhasiat) seperti:
Ø Pemberian
insulin
Ø Pemberian
obat antiabetik seperti metformin dan sulfonylurea dapat dipakai untuk
mengendalikan gula darah.
B.
PENYAKIT
TIROTOKSIKOSIS
1.
DEFINISI
Tirotoksikosis merupakan suatu
keadaan dimana didapatkan kelebihan hormone tiroid karena ini berhubungan
dengan suatu kompleks fisiologi dan biokimiawi yang ditemukan bila suatu
jaringan memberikan hormon tiroid berlebihan.
2.
GEJALA
KLINIS
a. Trimester
I
Berat badan turun, tidak tahan
panas, banyak keringat, mudah lelah, sering buang air besar, nafsu makan
bertambah, aminore/oligomenore, libido menurun, tekanan darah tinggi, takikardi,
frekuensi kecepatan nadi meningkat, demam, fibrilasi atrial, tremor halus repleksi
meningkat dan rambut rontok.
b. Trimester
II
Gejala masih sama seperti trimester
I, namun pada trimester II bisa terjadi
bayi lahir abortus apalagi tidak diobati.
c. Trimester
III
Semakin besarnya kehamilan maka
gejalanya pun cukup berat, bisa terjadinya perdarahan saat persalinan,
peningkatan hormon tiroid, dan pembesaran kelenjar tiroid.
3.
FAKTOR
PENYEBAB
a. Penyebab
yang paling umum terjadinya tirotoksikosis dalam kehamilan adalah penyakit
graves, proses autoimun pada organ spesifik ini biasanya berhubungan dengan
antibody yang merangsang kelenjar tiroid.
b. Struma
multinodosa toksik (plumer) dan adenoma toksik.
c. Penyebab
lain yaitu tiroiditis, pemakaian yodium yang berlebihan, obat hormon tiroid
dll.
4.
DIAGNOSIS
a. Anamnesa
Ø Menanyakan
pada pasien keluhan yang dirasakan
Ø Riwayat
kesehatan
Ø Riwayat
kesehatan keluarga
Ø Riwayat
alergi
Ø Kebiasaan
pasien
b. Pemeriksaan
Fisik
Inspeksi
Ø Lihat apakah adanya kemerahan
Ø Lihat apakah adanya luka yang sukar sembuh
Ø Lihat apakah adanya bengkak
Palpasi
Ø Raba dan pegang adanya pembengkakan
Ø Meraba apakah adanya nyeri
Ø Pegang apakah adanya demam yang tinggi
Perkusi
Ø Tidak dilakukan
Auskultasi
Ø Tidak dilakukan
c. Pemeriksaan
Penunjang
Ø Pemeriksaan
laboratorium seperti pemeriksaan kadar gula darah
Ø Rontgen
Ø Ultrasonografi
Ø Sidik
tiroid atau tyroid scan
Ø Elektrokardiografi
Ø Foto
toraks
5.
PENATALAKSANAAN
a. Betres
atau istirahat yang cukup
b. Diet
kalori atau pola makan yang seimbang
c. Medika
Mentosa (obat berkhasiat) seperti:
Ø Obat-obatan
jenis thiomide
Ø Obat
antiroid (Propiltiourasil)
Ø Metformin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar