Jumat, 04 April 2014

Penyakit Pencernaan Pada Ibu Hamil



GANGGUAN PENCERNAAN SECARA UMUM

A.    DEFINISI
Gangguan pencernaan pada ibu hamil adalah gangguan yang terjadi pada sistem atau saluran pencernaan pada ibu hamil.

B.     JENIS-JENIS
1.      Morning sickness
2.      Hiperemesis gravidarum
3.      Pirosis
4.      Gastritits
5.      Apendisitis akut
6.      Diare akut
7.      Hemoroid
8.      Konstipasi

C.     FAKTOR PENYEBAB
1.      Kombinasi hormone estrogen dan progesteron
2.      Peningkatan hormon progesteron
3.      Diagnosis dan penanganan yang terlambat
4.      Mikroorganisme, toksin, obat-obatan, dan psikitis

D.    GEJALA KLINIS
1.      Trimester I
Mual muntah , pening, perut kembung, badan terasa lemah, berat badan menurun, dan dehidrasi.
2.      Trimester II
Selain yang terdapat pada gejala trimester I, gejala trimester II terjadi peningkatan vena di daerah panggul yang menyebabkan hemoroid, terjadi tekanan uterus yang membesar, timbul perdarahan, dan erosi esophagus (pirosis).

3.      Trimester III
Berkurangnya kapasitas kerja dari saluran pencernaan tersebut, nyeri perut kanan bawah (pada penderita apendisitis akut) karena uterus yang semakin membesar, terhambatnya pengeluaran dari sisa-sisa makanan karena penekanan rectum.

E.     DIAGNOSA
1.      Anamnesa
Menanyakan identitas pasien, keluhan pasien, riwayat penyakit pasien, riwayat alergi, riwayat penyakit keluarga, dan kebiasaan pasien.
2.      Pemeriksaan fisik
·         Tekanan darah dibawah normal <120/80
·         Palpasi : nyeri perut kanan bawah dan nyeri tekan
·         Inspeksi : pembesaran pada hemoroid
3.      Pemeriksaan penunjang
·         laboraturium
·         Rontgen
·         Endoskopi
·         USG

F.      PENATALAKSANAAN
1.      Dirawat di Rumah Sakit dan membatasi pengunjungan
2.      Rehidrasi dan suplemen vitamin
3.      Antasida sebagai terapi local
4.      Banyak mengkonsumsi makanan kaya akan serat seperti sayur dan buah serta kacang-kacangan, dan banyak minum air putih minimal 8 gelas dalam sehari untuk melancarkan buang air besar (BAB)
5.      Obat : vitamin B1, B2, B6, B12, vit.C, vit,A, antibiotic, obat-obatan roboransia.dan obat penguat kandungan, antasida, dopamine. Fenoteazin, antikolinergik, antimetic, suplementiamin, dan spasmolitik.

G.    PENCEGAHAN
1.      Minum air mineral minimal 8 gelas dalam sehari, dan minum cairan yang mengandung elektrolit
2.      Konsumsi makanan yang berserat dan mengandung banyak vitamin, serat, protein, karbohidrat seperti buah, sayur, kacang-kacangan dan telur.
3.      Senam dan olahraga.

















PENYAKIT HEMOROID

A.    DEFINISI
Hemoroid terlihat seperti bantalan jaringan ikat dari varikosis vena yang merupakan insufisiensi kronik vena yang terdapat didaerah anus. Bila terjadi infeksi hemoroid dapat meninmbulkan perasaan gatal, sakit, dan berdarah terutama sesudah buang air besar yang mengeras.

B.      FAKTOR PENYEBAB
1.      Kurang makan makanan yang berserat
2.      Mengkonsumsi cabai dan makanan pedas
3.      Duduk yang terlalu lama
4.      Mengejan yang terlalu kuat saat buang air besar (BAB)
5.      Sering menunda-nunda jika ingin buang air besar sehingga feses menjadi keras
6.      Kurang minum air putih

C.     GEJALA KLINIS
Pada trimester I, II, dan III dapat mengalami gejala yang sama seperti :
1.      Perdarahan daerah dubur, yang bisa keluar berupa tetesan, tetapi juga bisa mengalir deras. Darah berwarna merah muda dan biasanya penderita tidak merasakan sakit.
2.      Setelah buang air besar biasanya ada sensi mengganjal. Kondisi ini menciptakan kesan bahwa proses belum berakhir, sehingga seseorang mengejan lebih kuat. Tindakan ini justru membuat hemoroid lebih parah
3.      Karena bagian yang terasa nyeri di dubur sulit dibersihkan, virus akan sangat mudah masuk menyerang dan menyebabkan infeksi kulit yang memicu rasa gatal.

D.    DIAGNOSA
·         Anamnesa
Menanyakan identitas pasien, keluhan pasien, riwayat penyakit pasien, dan kebiasaan pasien.
·         Pemeriks:aan fisik
Inspeksi : melihat besar dan pelebaran hemoroid, dan pembengkakan hemoroid.
·         Pemeriksaan penunjang : laboraturium

E.     PENATALAKSANAAN
1.      Hindari mengejan terlalu kuat saat buang air besar (BAB)
2.      Banyak mengkonsumsi makanan kaya serat (sayur, buah, serta kacang-kacangan), dan banyak minuman air putih minimal 8 gelas dalam sehari untuk melancarkan buang air besar (BAB)
3.      Segera ke WC jika niat buang air besar, jangan menunda-nunda sebelum feses menjadi keras.
4.      Kurangi konsumsi cabai dan makanan keras
5.      Jangan duduk terlalu lama
6.      Senam atau olahraga rutin
7.      Pengobatan dengan cara memberi salep atau supositoria seperti hidrosmin (venosmil), dan flukortolon (ultrapok)
8.      Suntikan sklerosing pada keadaan hemoroid yang kronik. Suntikan ini menyumbat pembuluh darah dan mengecilkan bantalan pembuluh darah.








PENYAKIT GASTRITIS

A.    DEFINISI
Gastritis adalah salah satu inflamasi di perut (mukosa lambung), merupakan hasil luka pada mukosa, sel-sel yang rusak dan sel-sel yang bergenerasi.

B.     FAKTOR PENYEBAB
1.      Merokok
2.      Alcohol dan minuman keras dapat memperburuk kondisi ibu hamil
3.      Konsumsi tinggi bahan pengawet
4.      Asupan gizi yang buruk dan tidak teratur
5.      Kontainasi lambungnoleh bakteri H.Pylori

C.     GEJALA KLINIS
1.      Trimester I
Tidak nafsu makan sehingga jadwal makan tidak teratur, mulas, dan perut terasa kembung.
2.      Trimester II
Sama seperti pada trimester pertama tidak nafsu makan sehingga jadwal makan tidak menentu, perut kembung dan sakit du ulu hati
3.      Trimester III
Mual, nyeri ulu hati / muntah-muntah, keluhan sakit pada lambung dan saluran pencernaan karena membesar rahim akan mengakibatkan usus dan perut merasa tertekan.


D.    DIAGNOSA
·         Anamnesa
Menanyakan identitas pasien, keluhan pasien, riwayat penyakit pasien, riwayat alergi, riwayat penyakit keluarga, dan kebiasaan pasien
·         Pemeriksaan fisik
Palpasi : adanya nyeri saat di tekan pada daerah ulu hati
·         Pemeriksaan penunjang : laboraturium, Endoskopi, biopsy mukosa lambung, radiologi abdomen.

E.     PENATALAKSANAAN
1.      Beralih ke makanan kecil dan sering makanan rendah lemak
2.      Anatasida sebagai terapi utama
3.      Antobiotik biasanya diberikan jika gastritis disebabkan bakteri H.pylori
4.      Antasida, seperti sucral fate.
5.      Obat dengan H2 blocker reseptor histamine (cimetedine, ranitidine)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar