GANGGUAN PENCERNAAN
SECARA UMUM
A. DEFINISI
Gangguan
pencernaan pada ibu hamil adalah gangguan yang terjadi pada sistem atau saluran
pencernaan pada ibu hamil.
B. JENIS-JENIS
1. Morning
sickness
2. Hiperemesis
gravidarum
3. Pirosis
4. Gastritits
5. Apendisitis
akut
6. Diare
akut
7. Hemoroid
8. Konstipasi
C. FAKTOR
PENYEBAB
1. Kombinasi
hormone estrogen dan progesteron
2. Peningkatan
hormon progesteron
3. Diagnosis
dan penanganan yang terlambat
4. Mikroorganisme,
toksin, obat-obatan, dan psikitis
D. GEJALA
KLINIS
1. Trimester
I
Mual muntah ,
pening, perut kembung, badan terasa lemah, berat badan menurun, dan dehidrasi.
2. Trimester
II
Selain yang
terdapat pada gejala trimester I, gejala trimester II terjadi peningkatan vena
di daerah panggul yang menyebabkan hemoroid, terjadi tekanan uterus yang
membesar, timbul perdarahan, dan erosi esophagus (pirosis).
3. Trimester
III
Berkurangnya
kapasitas kerja dari saluran pencernaan tersebut, nyeri perut kanan bawah (pada
penderita apendisitis akut) karena uterus yang semakin membesar, terhambatnya
pengeluaran dari sisa-sisa makanan karena penekanan rectum.
E. DIAGNOSA
1. Anamnesa
Menanyakan
identitas pasien, keluhan pasien, riwayat penyakit pasien, riwayat alergi,
riwayat penyakit keluarga, dan kebiasaan pasien.
2. Pemeriksaan
fisik
·
Tekanan darah dibawah
normal <120/80
·
Palpasi : nyeri perut
kanan bawah dan nyeri tekan
·
Inspeksi : pembesaran
pada hemoroid
3. Pemeriksaan
penunjang
·
laboraturium
·
Rontgen
·
Endoskopi
·
USG
F. PENATALAKSANAAN
1. Dirawat
di Rumah Sakit dan membatasi pengunjungan
2. Rehidrasi
dan suplemen vitamin
3. Antasida
sebagai terapi local
4. Banyak
mengkonsumsi makanan kaya akan serat seperti sayur dan buah serta
kacang-kacangan, dan banyak minum air putih minimal 8 gelas dalam sehari untuk
melancarkan buang air besar (BAB)
5. Obat
: vitamin B1, B2, B6, B12, vit.C, vit,A, antibiotic, obat-obatan roboransia.dan
obat penguat kandungan, antasida, dopamine. Fenoteazin, antikolinergik,
antimetic, suplementiamin, dan spasmolitik.
G. PENCEGAHAN
1. Minum
air mineral minimal 8 gelas dalam sehari, dan minum cairan yang mengandung
elektrolit
2. Konsumsi
makanan yang berserat dan mengandung banyak vitamin, serat, protein,
karbohidrat seperti buah, sayur, kacang-kacangan dan telur.
3. Senam
dan olahraga.
PENYAKIT HEMOROID
A. DEFINISI
Hemoroid
terlihat seperti bantalan jaringan ikat dari varikosis vena yang merupakan
insufisiensi kronik vena yang terdapat didaerah anus. Bila terjadi infeksi
hemoroid dapat meninmbulkan perasaan gatal, sakit, dan berdarah terutama
sesudah buang air besar yang mengeras.
B. FAKTOR PENYEBAB
1. Kurang
makan makanan yang berserat
2. Mengkonsumsi
cabai dan makanan pedas
3. Duduk
yang terlalu lama
4. Mengejan
yang terlalu kuat saat buang air besar (BAB)
5. Sering
menunda-nunda jika ingin buang air besar sehingga feses menjadi keras
6. Kurang
minum air putih
C. GEJALA
KLINIS
Pada
trimester I, II, dan III dapat mengalami gejala yang sama seperti :
1. Perdarahan
daerah dubur, yang bisa keluar berupa tetesan, tetapi juga bisa mengalir deras.
Darah berwarna merah muda dan biasanya penderita tidak merasakan sakit.
2. Setelah
buang air besar biasanya ada sensi mengganjal. Kondisi ini menciptakan kesan
bahwa proses belum berakhir, sehingga seseorang mengejan lebih kuat. Tindakan
ini justru membuat hemoroid lebih parah
3. Karena
bagian yang terasa nyeri di dubur sulit dibersihkan, virus akan sangat mudah
masuk menyerang dan menyebabkan infeksi kulit yang memicu rasa gatal.
D. DIAGNOSA
·
Anamnesa
Menanyakan
identitas pasien, keluhan pasien, riwayat penyakit pasien, dan kebiasaan
pasien.
·
Pemeriks:aan fisik
Inspeksi :
melihat besar dan pelebaran hemoroid, dan pembengkakan hemoroid.
·
Pemeriksaan penunjang :
laboraturium
E. PENATALAKSANAAN
1. Hindari
mengejan terlalu kuat saat buang air besar (BAB)
2. Banyak
mengkonsumsi makanan kaya serat (sayur, buah, serta kacang-kacangan), dan
banyak minuman air putih minimal 8 gelas dalam sehari untuk melancarkan buang
air besar (BAB)
3. Segera
ke WC jika niat buang air besar, jangan menunda-nunda sebelum feses menjadi
keras.
4. Kurangi
konsumsi cabai dan makanan keras
5. Jangan
duduk terlalu lama
6. Senam
atau olahraga rutin
7. Pengobatan
dengan cara memberi salep atau supositoria seperti hidrosmin (venosmil), dan
flukortolon (ultrapok)
8. Suntikan
sklerosing pada keadaan hemoroid yang kronik. Suntikan ini menyumbat pembuluh
darah dan mengecilkan bantalan pembuluh darah.
PENYAKIT GASTRITIS
A. DEFINISI
Gastritis
adalah salah satu inflamasi di perut (mukosa lambung), merupakan hasil luka
pada mukosa, sel-sel yang rusak dan sel-sel yang bergenerasi.
B. FAKTOR
PENYEBAB
1. Merokok
2. Alcohol
dan minuman keras dapat memperburuk kondisi ibu hamil
3. Konsumsi
tinggi bahan pengawet
4. Asupan
gizi yang buruk dan tidak teratur
5. Kontainasi
lambungnoleh bakteri H.Pylori
C. GEJALA
KLINIS
1. Trimester
I
Tidak nafsu makan sehingga jadwal
makan tidak teratur, mulas, dan perut terasa kembung.
2. Trimester
II
Sama seperti pada trimester pertama
tidak nafsu makan sehingga jadwal makan tidak menentu, perut kembung dan sakit
du ulu hati
3. Trimester
III
Mual, nyeri ulu hati /
muntah-muntah, keluhan sakit pada lambung dan saluran pencernaan karena
membesar rahim akan mengakibatkan usus dan perut merasa tertekan.
D. DIAGNOSA
·
Anamnesa
Menanyakan identitas pasien,
keluhan pasien, riwayat penyakit pasien, riwayat alergi, riwayat penyakit
keluarga, dan kebiasaan pasien
·
Pemeriksaan fisik
Palpasi : adanya nyeri saat di
tekan pada daerah ulu hati
·
Pemeriksaan penunjang :
laboraturium, Endoskopi, biopsy mukosa lambung, radiologi abdomen.
E. PENATALAKSANAAN
1. Beralih
ke makanan kecil dan sering makanan rendah lemak
2. Anatasida
sebagai terapi utama
3. Antobiotik
biasanya diberikan jika gastritis disebabkan bakteri H.pylori
4. Antasida,
seperti sucral fate.
5. Obat
dengan H2 blocker reseptor histamine (cimetedine, ranitidine)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar