Penyakit PARU pada Ibu
Hamil
A.
Pengertian
Penyakit PARU
Penyakit
Paru-Paru adalah sebuah penyakit pada paru-paru di mana pulmonary
alveolus yang bertanggung jawab menyerap oksigen dari atmosfer meradang. Penyakit
paru-paru dapat disebabkan oleh beberapa penyebab, termasuk infeksi oleh
bakteria, virus, jamur, atau parasit.
B.
Jenis
Penyakit Paru
Ø Asma
Ø Tuberculosis
(TBC)
C.
Gejala
Klinik
Ø Badan gemetar dan menggigil disertai
dengan demam,
Ø Sesak napas dan nyeri dada.
Ø Badan terasa sakit
Ø Sakit kepala
Ø Batuk yang berdahak yang semakin
memburuk selama bertahun-tahun.
a.
Trimester
I
Pada trimester 1 ibu mengalami
demam dan merasakan sesak napas dan nyeri dada serta batuk
b.
Trimester
II
Pada Trimester II ibu mengalami
rasa sesak napas dan nyeri dada serta batuk seperti trimester 1
c.
Trimester
III
Pada Trimester III ibu mengalami
sesak napas yang hebat dan berat badan ibu mulai menurun drastic, sehingga
didiagnosa untuk di SC
D.
Factor
Penyebab
Ø Paparan
dari Udara
Ø Polusi
udara
Ø Alergi
Ø Merokok
E.
Diagnosis
a.
Anamnesa
Ø Keluhan
pasien
Ø Riwayat
penyakit
Ø Riwayat
keluarga
Ø Riwayat
alergi
Ø Kebiasaan
pasien
b.
Pemeriksaan
Fisik
Ø Inspeksi
ü Pengamatan
bentuk thorax
ü Amati
suara batuk yang kita dengar
ü Amati
pernapasan pasien
Ø Palpasi
ü Perbandingan
bagian paru paru mana yang bergetar yang sebelah kanan atau kiri
Ø Perkusi
ü Dapat
diperiksa penurunan diafragma
Ø Auskultasi
ü Memakai
stetoskop
c.
Pemeriksaan
Penunjang
1.
Laboratorium
1.
Pemeriksaan Fungsi Paru (Spirometri)
2.
Foto toraks
3.
Kadar Hb
4.
Analisis gas darah:
5.
Apusan sampel dahak, kultur, dan tes sensitivitas antibiotik
6.
EKG
7.
Ekokardiografi:
8.
Level α1 antitripsin dan genotipnya
2.
Rongsen
- foto thorax
3. EKG
F.
Penatalaksanaan
a.
Bedrest
b.
Diet
c.
Medical
MentosA
1.
Penyakit
ASMA
A.
Pengertian
Asma adalah Penyakit imunologi
dengan ciri meningkatnya respon trachea dan bronkus terhadap berbagai
rangsangan karena adanya penyempitan jalan napas yang luas dan derajatnya dapat
berubah ubah. Sehingga menimbulkan gejala periodic berupa sesak napas ,dada
terasa berat , dan batuk yang ditemukan pada wanita hamil.
B.
Gejala
klinik
Ø Sesak
Napas
Ø Mengi
( wheezing )
Ø Batuk
dan kadang kadang nyeri dada
Gejalanya bersifat paroksismal ,
yaitu membaik pada siang hari dan memburuk pada malam harinya
a.
Trimester
I
Sesak Napas
b.
Trimester
II
Peningkatan Diafragma
c.
Trimester
III
Bayi akan lahir Prematur, SC
C.
Factor
Penyebab
Ø Udara
dingin
Ø Debu
Ø Asap
rokok
Ø Gejolak
emosi
Ø Alergi
Ø Infeksi
saluran napas
D.
Diagnosis
a.
Anamnesa
Ø Keluhan
pasien
Sesak Napas , mengi
Ø Riwayat
Penyakit
Mempunyai penyakit Asma
Ø Riwayat
kesehatan keluarga
Mempunyai Penyakit Asma
b.
Pemeriksaan
Fisik
1. Inspeksi
Terlihat pernapasan sukar dan cepat
2. Perkusi
Terdengar suara hipersonor
3. Auskultasi
Mula mula bunyi napas kasar atau
mengerat dan terdengar ronki kering dan basah
c.
Pemeriksaan
penunjang
1.
Laboratorium
Darah dan sputum
2.
Rongsen
Scan tulang
E.
Penatalaksanaan
a.
Bedrest
b.
Diet
c.
Medical
Mentosa
1. Bronkodilator
a. Agonis
b
2
b. Metilxantin
c. Antikolinergik
2. Anti
inflamasi
d.
Terapi
Asma
1. Asma
ringan : Agonis b
2 inhalasi bila perlu atau Agonis b
2 oral sebelum terpapar alergen
2. Asma
sedang : antiinflamasi setiap hari dan Agonis b
2 bila perlu
3. Asma
berat : steroid inhalasi setiap hari
Penyakit Tuberculosis ( TBC )
A.
Pengertian
Suatu penyakit
menular yang disebabkan oleh Microbacterium Tuberculosis yang mengenai paru dan
dapat juga organ tubuh lainnya dengan batuk kronis dan batuk keluar darah.
B.
Gejala
Klinik
1.
Batuk dengan sputum
minimal
2.
Batuk Darah
3.
Nyeri Dada
4.
Sesak Nafas
5.
Demam Tinggi
6.
Bdan Lemas
7.
Nafsu makan turun
8. Berat
badan turun
9.
Malaise ( kurang enak
badan )
10.
Demam lebih dari
sebulan
11.
Berkeringat malam
walaupun tidak ada kegiatan
a.
Trimester
I
Tidak ditemukan gejala
b.
Trimester
II
Nafsu makan
Berkurang, batuk, badan lemas
c.
Trimester
III
SC, pendarahan
saat hamil
C.
Factor
Penyebab
Disebabkan
oleh inhalasi Mycobacterium tuberculosis
yang menyebabkan reaksi granuloma paru.sebanyak 90 % bersifat laten dan pada penurunan
status imunologikakan menjadi aktif.MDR-TB ( multy drug resistant tuberculosis
) bervariasi 1,2 -14%
D.
Diagnosis
a.
Anamnesa
Ø Keluhan
pasien
Keringat malam, berat badan turun,
badan cepat lelah, batuk batuk
Ø Riwayat
penyakit
Tidak mempunyai penyakit
Ø Riwayat
kesehatan keluarga
Tidak mempunya riwayat penyakit
Ø Kebiasaan
pasien
Merokok
b.
Pemeriksaan
Fisik
Ø inspeksi
terlihat pernapasan cepat
Ø Palpasi
Getaran / fremitus suara meningkat
Ø Perkusi
Suara redup
Ø Auskultasi
Suara napas bronchial dengan atau
tanpa ronki basah , kasar dan nyaring
c.
Pemeriksaan
Penunjang
1.
Laboratorium
Laboratorium
darah rutin (LED normal atau meningkat b, limfositosis )
2.
Rongsen
a. Bayangan
lesi terletak di lapangan atas paru atau segmen apical lobus bawah
b. Bayangan
berawan (patchy) atau bebercak
(nodular)
c. Adanya
kavitas, tunggal atau ganda
d. Kelainan
Bilateral, terutama di lapangan atas paru
e. Adanya
klasifikasi
f. Bayangan
menetapa pada foto ulang beberapa minggu kemudian
g. Bayangan
milier
E.
Penatalaksanaan
a.
Bedrest
Dengan
merubah posisi setiap 2 jam, termasuk posisi menegakkan dada,
Latihan nafas dalam (deep
breathing exercise),
b.
Diet
c.
Medical
Mentosa
1. Obat
Anti Tuberkulosis
A. Daftar
obat pilihan pertama
a. Isoniazid
( INH ) 300 mg/hari
b. Rifampisin
( R ) 600 mg/kg/hari
c. Pirazinamid
( Z )
d. Streptomisin
( S ) yang bersifat bakteresid 1 gr/hari
e. Etambutol
( E ) yang bersifat Bakteriostatik 15-20 mg/kg/hari
B.Daftar
obat pilihan kedua
a.
Aminoglikosida
b.
Golongan Tionamid
c.
Fluorokulnolon
d.
Sikloserin
e.
Asam Paraamino
Salisilat (PAS)
Obat
harus diminum secara teratur selama 6 sampai 9 bulan untuk menyembuhkan
penyakit ini. Tidak menghabiskan obat dapat menyebabkan penderita tidak dapat
sembuh dan menyebabkan obat tidak mampu lagi melawan kuman karena kuman menjadi
kebal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar