Jumat, 04 April 2014

Penyakit Paru Pada Ibu Hamil

Penyakit PARU pada Ibu Hamil
A.   Pengertian Penyakit PARU
            Penyakit Paru-Paru adalah sebuah penyakit pada paru-paru di mana pulmonary alveolus yang bertanggung jawab menyerap oksigen dari atmosfer meradang. Penyakit paru-paru dapat disebabkan oleh beberapa penyebab, termasuk infeksi oleh bakteria, virus, jamur, atau parasit.
B.   Jenis Penyakit Paru
Ø  Asma
Ø  Tuberculosis (TBC)
C.   Gejala Klinik
Ø  Badan gemetar dan menggigil disertai dengan demam,
Ø  Sesak napas dan nyeri dada.
Ø   Badan terasa sakit
Ø  Sakit kepala
Ø  Batuk yang berdahak yang semakin memburuk selama      bertahun-tahun.
a.      Trimester I
Pada trimester 1 ibu mengalami demam dan merasakan sesak napas dan nyeri dada serta batuk
b.      Trimester II
Pada Trimester II ibu mengalami rasa sesak napas dan nyeri dada serta batuk seperti trimester 1
c.       Trimester III
Pada Trimester III ibu mengalami sesak napas yang hebat dan berat badan ibu mulai menurun drastic, sehingga didiagnosa untuk di SC
D.   Factor Penyebab

Ø  Paparan dari Udara
Ø  Polusi udara
Ø  Alergi
Ø  Merokok

E.   Diagnosis
a.      Anamnesa
Ø  Keluhan pasien
Ø  Riwayat penyakit
Ø  Riwayat keluarga
Ø  Riwayat alergi
Ø  Kebiasaan pasien
b.      Pemeriksaan Fisik
Ø  Inspeksi
ü  Pengamatan bentuk thorax
ü  Amati suara batuk yang kita dengar
ü  Amati pernapasan pasien
Ø  Palpasi
ü  Perbandingan bagian paru paru mana yang bergetar yang sebelah kanan atau kiri
Ø  Perkusi
ü  Dapat diperiksa penurunan diafragma
Ø  Auskultasi
ü  Memakai stetoskop
c.       Pemeriksaan Penunjang
1.      Laboratorium

1.      Pemeriksaan Fungsi Paru (Spirometri)
2.      Foto toraks
3.      Kadar Hb
4.      Analisis gas darah:
5.      Apusan sampel dahak, kultur, dan tes sensitivitas antibiotik
6.       EKG
7.       Ekokardiografi:
8.      Level α1 antitripsin dan genotipnya

2.      Rongsen
- foto thorax
3.  EKG


F.    Penatalaksanaan
a.      Bedrest
b.      Diet
c.       Medical MentosA

1.    Penyakit ASMA
A.   Pengertian
            Asma adalah Penyakit imunologi dengan ciri meningkatnya respon trachea dan bronkus terhadap berbagai rangsangan karena adanya penyempitan jalan napas yang luas dan derajatnya dapat berubah ubah. Sehingga menimbulkan gejala periodic berupa sesak napas ,dada terasa berat , dan batuk yang ditemukan pada wanita hamil.
B.   Gejala klinik
Ø  Sesak Napas
Ø  Mengi ( wheezing )
Ø  Batuk dan kadang kadang nyeri dada
Gejalanya bersifat paroksismal , yaitu membaik pada siang hari dan memburuk pada malam harinya
a.      Trimester I
Sesak Napas
b.      Trimester II
Peningkatan Diafragma
c.       Trimester III
Bayi akan lahir Prematur, SC


C.   Factor Penyebab

Ø  Udara dingin
Ø  Debu
Ø  Asap rokok
Ø  Gejolak emosi
Ø  Alergi
Ø  Infeksi saluran napas

D.   Diagnosis
a.      Anamnesa

Ø  Keluhan pasien
Sesak Napas , mengi
Ø  Riwayat Penyakit
Mempunyai penyakit Asma
Ø  Riwayat kesehatan keluarga
Mempunyai Penyakit Asma
b.      Pemeriksaan Fisik
1.      Inspeksi
Terlihat pernapasan sukar dan cepat
2.      Perkusi
Terdengar suara hipersonor
3.      Auskultasi
Mula mula bunyi napas kasar atau mengerat dan terdengar ronki kering dan basah
c.       Pemeriksaan penunjang
1.      Laboratorium
Darah dan sputum
2.      Rongsen
Scan tulang
E.     Penatalaksanaan
a.      Bedrest
b.      Diet
c.       Medical Mentosa
1.      Bronkodilator
a.       Agonis b 2
b.      Metilxantin
c.       Antikolinergik
2.      Anti inflamasi

d.      Terapi Asma
1.      Asma ringan  : Agonis b 2 inhalasi bila perlu atau Agonis b 2 oral                                        sebelum terpapar alergen
2.      Asma sedang : antiinflamasi setiap hari dan Agonis b 2 bila perlu
3.      Asma berat : steroid inhalasi setiap hari

   Penyakit Tuberculosis ( TBC )
A.    Pengertian
Suatu penyakit menular yang disebabkan oleh Microbacterium Tuberculosis yang mengenai paru dan dapat juga organ tubuh lainnya dengan batuk kronis dan batuk keluar darah.
B.     Gejala Klinik

1.      Batuk dengan sputum minimal
2.      Batuk Darah
3.      Nyeri Dada
4.      Sesak Nafas
5.      Demam Tinggi
6.      Bdan Lemas
7.      Nafsu makan turun
8. Berat badan turun
9.      Malaise ( kurang enak badan )
10.  Demam lebih dari sebulan
11.  Berkeringat malam walaupun tidak ada kegiatan

a.      Trimester I
Tidak ditemukan gejala
b.      Trimester II
Nafsu makan Berkurang, batuk, badan lemas
c.       Trimester III
SC, pendarahan saat hamil
C.    Factor Penyebab
     Disebabkan oleh inhalasi Mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan reaksi granuloma paru.sebanyak 90 % bersifat laten dan pada penurunan status imunologikakan menjadi aktif.MDR-TB ( multy drug resistant tuberculosis ) bervariasi 1,2 -14%

D.    Diagnosis
a.      Anamnesa
Ø  Keluhan pasien
Keringat malam, berat badan turun, badan cepat lelah, batuk batuk
Ø  Riwayat penyakit
Tidak mempunyai penyakit
Ø  Riwayat kesehatan keluarga
Tidak mempunya riwayat penyakit
Ø  Kebiasaan pasien
Merokok

b.      Pemeriksaan Fisik
Ø  inspeksi
terlihat pernapasan cepat
Ø  Palpasi
Getaran / fremitus suara meningkat
Ø  Perkusi
Suara redup
Ø  Auskultasi
Suara napas bronchial dengan atau tanpa  ronki basah , kasar dan nyaring
c.       Pemeriksaan Penunjang
1.      Laboratorium
     Laboratorium darah rutin (LED normal atau meningkat b, limfositosis )
2.      Rongsen
a.       Bayangan lesi terletak di lapangan atas paru atau segmen apical lobus bawah
b.      Bayangan berawan (patchy) atau bebercak (nodular)
c.       Adanya kavitas, tunggal atau ganda
d.      Kelainan Bilateral, terutama di lapangan atas paru
e.       Adanya klasifikasi
f.       Bayangan menetapa pada foto ulang beberapa minggu kemudian
g.      Bayangan milier
E.     Penatalaksanaan
a.      Bedrest
Dengan merubah posisi setiap 2 jam, termasuk posisi menegakkan dada,
Latihan nafas dalam (deep breathing exercise),
b.      Diet
c.       Medical Mentosa
1.      Obat Anti Tuberkulosis
A.    Daftar obat pilihan pertama
a.       Isoniazid ( INH ) 300 mg/hari
b.      Rifampisin ( R ) 600 mg/kg/hari
c.       Pirazinamid ( Z )
d.      Streptomisin ( S ) yang bersifat bakteresid  1 gr/hari
e.       Etambutol ( E ) yang bersifat Bakteriostatik 15-20 mg/kg/hari
B.Daftar obat pilihan kedua
a.       Aminoglikosida
b.      Golongan Tionamid
c.       Fluorokulnolon
d.      Sikloserin
e.       Asam Paraamino Salisilat (PAS)
          Obat harus diminum secara teratur selama 6 sampai 9 bulan untuk menyembuhkan penyakit ini. Tidak menghabiskan obat dapat menyebabkan penderita tidak dapat sembuh dan menyebabkan obat tidak mampu lagi melawan kuman karena kuman menjadi kebal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar