PENYAKIT
REMATIK PADA IBU HAMIL
1.
DEFINISI
Penyakit rematik atau arthritis reumatoid adalah Dimana
terjadi proses peradangan kronis pada selaput bagian dalam kapsul pembungkus
sendi, sehingga sendi membengkak dan terasa sakit.
2.
GEJALA REMATIK PADA KEHAMILAN
Hubungan antara rheumatoid arthritis (RA) dan kehamilan
sangat menarik kerena dalam masa kehamilan penyakit ini menunjukkan perbaikan
yang dramatis. Perbaikan ini dimulai pada:
-
Trimester I : Ibu masih mengalami gejala rematik
seperti kaku, bengkak, nyeri sewaktu-waktu
-
Trimester II :Ibu masih mengalami gejala yang sama
pada trimester satu, namun gejala tersebutmakin lama makin mengurang
-
Trimester III :Gejala pada trimester tiga semakin
berkurang, ibu idak lagi sering mengalami gejala rematik tersebut.
3.
FAKTOR PENYEBAB
Yang meningkatkan resiko seseorang menderita penyakit
rematik :
a. Wanita memiliki resiko 2-3 kali lebih besar disbanding laki-laki.
b. Kelompok usia 40-60 tahun paling tinggi resikonya menderita penyakit
rematik.
c. Jika didalam sebuah keluarga ada yang menderita penyakit ini, maka
anggota keluarga yang lain memiliki risiko yang lebih besar
d. Merokok meningkatkan risiko seseorang terhadap penyakit rematik.
Gangguan autoimun
terjadi ketika system kekebalan tubuh yang berfungsi sebagai pertahanan
terhadap penyusup seperti virus, bakteri, dan jamur, keliru menyerang sel dan
jaringan tubuh sendiri. Pada penyakit rematik, system imun gagal membedakan
jaringan sendiri dengan benda asing, sehingga menyerang jaringan tubuh sendiri,
khususnya jaringan sinovium yaitu selaput tipis yang melapisi sendi. Hasilnya
dapat menyebabkan sendi bengkak, rusak, nyeri, meradang, kehilangan fungsi dan
bahkan cacat.
4.
DIAGNOSIS
Untuk mendiagnosis penyakit rematik dilakukan:
a. Anamnesis
1. Kekakuan di pagi hari yang berlangsung satu jam atau lebih
2. Pembengkakan pada tiga sendi atau lebih
3. Pembengkakan sendi pangkal jari-jari tangan, sendi buku-buku jari
tangan bagian atas, atau pergelangan tangan.
4. Pembengkakan sendi simetris
5. Nodul (benjolan) di bawah kulit
6. Tes faktor rematik yang positif dalam darah
7. Pengeroposan tulang di sekitar sendi-sendi, jari-jari atau
pergelangan tangan pada foto rontgen
b. Pemeriksaan fisik
1. Inspeksi
2. Palpasi
c. Pemeriksaan penunjang
1. Tes darah,
2. Rontgen
3. Aspirasi (penghapusan cairan dari sendi).
4.
PENATALAKSANAAN
1. Penderita RA yang hamil harus memeriksakan diri ke dokter tiap 2-4 minggu
sepanjang kehamilannya.
2. Istirahat
3. Terapi fisik diperlukan pada penderita yang tidak menunjukkan
perbaikan dengan kehamilan.
4. Obat analgesi yang digunakan adalah acetaminophen.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar