HEMATOLOGI
PEMBAHASAN
UMUM
1.
DEFINISI
HEMATOLOGI
Hematologi adalah cabang ilmu
kedokteran yang mempelajari darah dan jaringan pembentuk darah, termasuk
morfologinya, fisiologinya dan patologinya. ( Dorland edisi 28)
2.
JENIS-JENIS
a. Anemia
b. Trombositopenia
c. Hipertensi
d. Preeklamsia
e. Eklamsia
f. Perdarahan
Antepartum
3.
FAKTOR
PENYEBAB
a. Keturunan
b. Aterosklerosis
karena penumpukan lemak
c. Ekspansi
volume plasma
4.
GEJALA
KLINIS
-
Pucat (kulit,konjungtiva,telapak
tangan,warna kuku)
-
Takikardi
-
Gelisah
-
Sesak nafas
-
Cepat lelah saat beraktifitas
-
Nyeri dada ( angina )
5.
DIAGNOSA
a. Anamnesa
Menanyakan
identitas pasien, keluhan pasien, riwayat penyakit pasien, riwayat alergi,
riwayat penyakit keluarga dan kebiasaan pasien.
b. Pemeriksaan
fisik
- Lakukan
pengukuran tekanan darah dengan stetoscope.
- Auskultasi
paru untuk melihat adanya tanda-tanda
pneumonia
- Inspeksi
ikterik pada skelra mata, konjungtiva pucat.
c. Pemeriksaan
penunjang
- Pemeriksaan
darah lengkap (eritrosit, leukosit, trombosit)
- Apusan
darah perifer.
- Hitung
trombosit
- Sumsum
tulang.
d. Penatalaksanaan
·
Diet rendah kolestrol
·
Istirahat/bedrest total
·
Obat-obatan seperti :
·
Livron B Plex
·
Hemobion
·
Fercee
·
Ferro glukonat
·
Emineton
·
Dasabion kapsul
·
Bufiron
·
Artoferum
ANEMIA
DALAM KEHAMILAN
A. PENGERTIAN
Kondisi
dimana berkurangnya sel darah merah dalam sirkulasi darah atau massa hemoglobin
sehingga tidak mampu memenuhi fungsinya sebagai pembawa oksigen keseluruhan
jaringan. Ibu hamil dikatakan anemia
jika hemoglobin darahnya berkurang dari 10g/dl.
Bahaya anemia pada ibu hamil tidak saja berpengaruh terhadap keselamatan
dirinya, tetapi juga pada janin yang dikandungnya.
B. KLASIFIKASI
1. Anemia
defisiensi besi
Anemia terbanyak yang disebabkan oleh
suplai besi kurang dalam tubuh, Pencegahan anemia defisiensi besi dapat dilakukan
dengan suplementasi besi dan asam folat.
2. Anemia
hipoplastik
Anemia yang disebebkan oleh sumsum
tulang kurang mampu membuat sel-sel darah baru.
3. Anemia
asam folat
Pada kehamilan, kebutuhan folat
meningkat 5 – 10 kali lipat karena transfer folat dari ibu ke janin yang
menyebabkan dilepasnya cadangan folat maternal.
C. FAKTOR PENYEBAB
1. Hamil
dengan lebih dari satu anak (kembar)
2. Malabsorpsi
3. Kurang
gizi
4. Kurang
zat besi dalam diet
5. Kehilangan
darah yang banyak
6.
Penyakit – penyakit kronik
D. GEJALA
1. Kulit,
bibir, lidah, konjungtiva terlihat pucat
2. Sering
pusing
3. Sesak
nafas
4. Mengeluh
cepat lelah
5. Mata
berkunang – kunang
6. Malaise
7. Nafsu
makan turun
8. Konsentrasi
hilang
9. Nafas
pendek
10. Keluhan
mual dan muntah lebih hebat pada hamil muda
11. Denyut
jantung hebat
E. DIAGNOSIS
1. Anamnesis
Lakukan pengkajian dengan menanyakan
nama, umur, suku, pekerjaan, riwayat kesehatan, seperti :
a. Riwayat
kesehatan keluarga
b. Riwayat
penyakit dahulu
c. Riwayat
penyakit sekarang
d. Manifestasi
klinis penyakit jantung
e. Kebiasaan
sehari – hari
f. Factor
psikologis dan lingkungan
g.
Factor resiko, riwayat alergi, riwayat
pemakaian obat
2. Pemeriksaan
fisik
Lakukan pengukuran tekanan darah dengan
sphygmomanometer dan stetoskop, lalu lakukan pemeriksaan fisik lanjutan,
diantaranya yaitu pemeriksaan nadi, periksa hipertrofi ventrikel kiri,
pemeriksaan funduskopi, periksa perlambatan denyut radialis sampai femoralis,
periksa tanda – tanda gagal jantung
3. Pemeriksaan
penunjang
Pemeriksaan penunjang pada penderita
anemia yaitu :
·
Hemoglobin dan hematokrit
·
Retikulosit
·
Serum iron (SI)
·
Serum ferritin
·
Gambaran darah tepi
4. Penatalaksanaan
a. Informasikan
hasil pemeriksaan pada ibu dan janin
b. Anjurkan
ibu untuk istirahat yang cukup
c. Anjurkan
ibu untuk mengkonsumsi nutrisi yang cukup
d. Berikan
tablet/obat penambah darah seperti Fe
e. Beritahu
cara mengkonsumsi obat penambah darah
f. Beritahu
tanda – tanda bahaya pada kehamilan
g. Lakukan
kunjungan ulang
h. Dokumentasi
EKLAMSIA
PADA KEHAMILAN
A. PENGERTIAN
Eklamsia
adalah kelainan akut pada wanita hamil, dalam persalinan atau masa nifas yang
ditandai dengan timbulnya kejang dan koma yang sebelumnya sudah menunjukkan
gejala – gejala eklamsia (Erlina, 2008)
B. KLASIFIKASI
Menurut
saat terjadinya eklamsia, eklamsia dapat di bagi menjadi 3, yaitu :
1. Eklamsi
antepartum adalah eklamsi yang tercapai sebelum persalinan
2. Eklamsi
intrapartum adalah eklamsi yang terjadi sewaktu persalinan
3.
Eklamsi postpartum adalah eklamsi yang
terjadi setelah persalinan
C. GEJALA
1. Nyeri
kepala di daerah frontal
2. Gangguan
penglihatan
3. Mual
4. Nyeri
di epigastrium
5.
Hiperrefleksia
D. FAKTOR PENYEBAB
1. Keadaan
semakin memburuknya pre eklamsia
2. Gangguan
aliran darah ke dalam rahim (iskemia plasenta)
3. Gizi
yang buruk
4. Pengaruh
obesitas
5.
Kurangnya sirkulasi oksigen ke plasenta
E. DIAGNOSA
Pasien deatang dengan kejang, mata
menonjol, terbuka tanpa melihat, tangan bergetar dan mengepal, seluruh otot
berkontraksi dengan cepat, mulut membuka dan menutup dari mulut keluar ludah
yang berbusa, sebelumnya mengeluh sakit kepala hebat, pandangan kabur dan nyeri
ulu hati.
b. Pemeriksaan
fisik
Keadaan umum kejang kesadaran spoor
tekanan darah 160 mmHg melakukan pemeriksaan fisik dan pada pemeriksaan mata
bola matanya menonjol, odema pada kelopak mata mulutnya mengeluarkan ludah
berbusah, leher kaku, jantung frekuensi cepat, tangan mengepal dan bergetar,
kaki dan tangan odema.
c. Pemeriksaan
penunjang
Pemeriksaan laboratorium, pemeriksaan
urin, protein, reduksi, sedemen, HCG
d. Penatalaksanaan
1. Badrest
Menganjurkan pasien untuk istrahat total
2.
Diet
3. Medical
mentosa :
Memberikan 4g 40% MgSO4, kalsium glukonas, pasang
infuse dekstran 5%
Tidak ada komentar:
Posting Komentar