Jumat, 04 April 2014

Hematologi



HEMATOLOGI
PEMBAHASAN UMUM
1.      DEFINISI HEMATOLOGI
Hematologi adalah cabang ilmu kedokteran yang mempelajari darah dan jaringan pembentuk darah, termasuk morfologinya, fisiologinya dan patologinya. ( Dorland edisi 28)

2.      JENIS-JENIS
a.       Anemia
b.      Trombositopenia
c.       Hipertensi
d.      Preeklamsia
e.       Eklamsia
f.       Perdarahan Antepartum

3.      FAKTOR PENYEBAB
a.       Keturunan
b.      Aterosklerosis karena penumpukan lemak
c.       Ekspansi volume plasma

4.      GEJALA KLINIS
-          Pucat (kulit,konjungtiva,telapak tangan,warna kuku)
-          Takikardi
-          Gelisah
-          Sesak nafas
-          Cepat lelah saat beraktifitas
-          Nyeri dada ( angina )

5.      DIAGNOSA
a.       Anamnesa
Menanyakan identitas pasien, keluhan pasien, riwayat penyakit pasien, riwayat alergi, riwayat penyakit keluarga dan kebiasaan pasien.

b.      Pemeriksaan fisik
-       Lakukan pengukuran tekanan darah dengan stetoscope.
-       Auskultasi paru untuk  melihat adanya tanda-tanda pneumonia
-       Inspeksi ikterik pada skelra mata, konjungtiva pucat.





c.       Pemeriksaan penunjang
-       Pemeriksaan darah lengkap (eritrosit, leukosit, trombosit)
-       Apusan darah perifer.
-       Hitung trombosit
-       Sumsum tulang.

d.      Penatalaksanaan
                                              ·       Diet rendah kolestrol
                                              ·       Istirahat/bedrest total
                                              ·       Obat-obatan seperti :
                                                           ·          Livron B Plex
                                                           ·          Hemobion
                                                           ·          Fercee
                                                           ·          Ferro glukonat
                                                           ·          Emineton
                                                           ·          Dasabion kapsul
                                                           ·          Bufiron
                                                           ·          Artoferum
















ANEMIA DALAM KEHAMILAN

A.    PENGERTIAN
Kondisi dimana berkurangnya sel darah merah dalam sirkulasi darah atau massa hemoglobin sehingga tidak mampu memenuhi fungsinya sebagai pembawa oksigen keseluruhan jaringan.  Ibu hamil dikatakan anemia jika hemoglobin darahnya berkurang dari 10g/dl.  Bahaya anemia pada ibu hamil tidak saja berpengaruh terhadap keselamatan dirinya, tetapi juga pada janin yang dikandungnya.

B.     KLASIFIKASI
1.      Anemia defisiensi besi
Anemia terbanyak yang disebabkan oleh suplai besi kurang dalam tubuh, Pencegahan anemia defisiensi besi dapat dilakukan dengan suplementasi besi dan asam folat.

2.      Anemia hipoplastik
Anemia yang disebebkan oleh sumsum tulang kurang mampu membuat sel-sel darah baru.

3.      Anemia asam folat
Pada kehamilan, kebutuhan folat meningkat 5 – 10 kali lipat karena transfer folat dari ibu ke janin yang menyebabkan dilepasnya cadangan folat maternal. 

C.    FAKTOR PENYEBAB
1.      Hamil dengan lebih dari satu anak (kembar)
2.      Malabsorpsi
3.      Kurang gizi
4.      Kurang zat besi dalam diet
5.      Kehilangan darah yang banyak
6.      Penyakit – penyakit kronik

D.    GEJALA
1.      Kulit, bibir, lidah, konjungtiva terlihat pucat
2.      Sering pusing
3.      Sesak nafas
4.      Mengeluh cepat lelah
5.      Mata berkunang – kunang
6.      Malaise
7.      Nafsu makan turun
8.      Konsentrasi hilang
9.      Nafas pendek
10.  Keluhan mual dan muntah lebih hebat pada hamil muda
11.  Denyut jantung hebat

E.     DIAGNOSIS
1.      Anamnesis
Lakukan pengkajian dengan menanyakan nama, umur, suku, pekerjaan, riwayat kesehatan, seperti :
a.       Riwayat kesehatan keluarga
b.      Riwayat penyakit dahulu
c.       Riwayat penyakit sekarang
d.      Manifestasi klinis penyakit jantung
e.       Kebiasaan sehari – hari
f.       Factor psikologis dan lingkungan
g.      Factor resiko, riwayat alergi, riwayat pemakaian obat

2.      Pemeriksaan fisik
Lakukan pengukuran tekanan darah dengan sphygmomanometer dan stetoskop, lalu lakukan pemeriksaan fisik lanjutan, diantaranya yaitu pemeriksaan nadi, periksa hipertrofi ventrikel kiri, pemeriksaan funduskopi, periksa perlambatan denyut radialis sampai femoralis, periksa tanda – tanda gagal jantung

3.      Pemeriksaan penunjang
Pemeriksaan penunjang pada penderita anemia yaitu :
·         Hemoglobin dan hematokrit
·         Retikulosit
·         Serum iron (SI)
·         Serum ferritin
·         Gambaran darah tepi

4.      Penatalaksanaan
a.       Informasikan hasil pemeriksaan pada ibu dan janin
b.      Anjurkan ibu untuk istirahat yang cukup
c.       Anjurkan ibu untuk mengkonsumsi nutrisi yang cukup
d.      Berikan tablet/obat penambah darah seperti Fe
e.       Beritahu cara mengkonsumsi obat penambah darah
f.       Beritahu tanda – tanda bahaya pada kehamilan
g.      Lakukan kunjungan ulang
h.      Dokumentasi




EKLAMSIA PADA KEHAMILAN

A.    PENGERTIAN
Eklamsia adalah kelainan akut pada wanita hamil, dalam persalinan atau masa nifas yang ditandai dengan timbulnya kejang dan koma yang sebelumnya sudah menunjukkan gejala – gejala eklamsia (Erlina, 2008)

B.     KLASIFIKASI
Menurut saat terjadinya eklamsia, eklamsia dapat di bagi menjadi 3, yaitu :
1.      Eklamsi antepartum adalah eklamsi yang tercapai sebelum persalinan
2.      Eklamsi intrapartum adalah eklamsi yang terjadi sewaktu persalinan
3.      Eklamsi postpartum adalah eklamsi yang terjadi setelah persalinan

C.    GEJALA
1.      Nyeri kepala di daerah frontal
2.      Gangguan penglihatan
3.      Mual
4.      Nyeri di epigastrium
5.      Hiperrefleksia

D.    FAKTOR PENYEBAB
1.      Keadaan semakin memburuknya pre eklamsia
2.      Gangguan aliran darah ke dalam rahim (iskemia plasenta)
3.      Gizi yang buruk
4.      Pengaruh obesitas
5.      Kurangnya sirkulasi oksigen ke plasenta

E.     DIAGNOSA
a.       Anamnesa
Pasien deatang dengan kejang, mata menonjol, terbuka tanpa melihat, tangan bergetar dan mengepal, seluruh otot berkontraksi dengan cepat, mulut membuka dan menutup dari mulut keluar ludah yang berbusa, sebelumnya mengeluh sakit kepala hebat, pandangan kabur dan nyeri ulu hati.

b.      Pemeriksaan fisik
Keadaan umum kejang kesadaran spoor tekanan darah 160 mmHg melakukan pemeriksaan fisik dan pada pemeriksaan mata bola matanya menonjol, odema pada kelopak mata mulutnya mengeluarkan ludah berbusah, leher kaku, jantung frekuensi cepat, tangan mengepal dan bergetar, kaki dan tangan odema.



c.       Pemeriksaan penunjang
Pemeriksaan laboratorium, pemeriksaan urin, protein, reduksi, sedemen, HCG

d.      Penatalaksanaan
1.      Badrest
Menganjurkan pasien untuk istrahat total
2.      Diet
3.      Medical mentosa :
Memberikan 4g 40% MgSO4, kalsium glukonas, pasang infuse dekstran 5%


Tidak ada komentar:

Posting Komentar