KATA PENGANTAR
Puji
syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan yang Maha Esa karena berkat rahmat dan
ridhonya sehingga kami
dapat menyelesaikan makalah Konsep
Kebidanan ini
yang berjudul “Managemen
Kebidanan Varney”.
Dalam
penyusunan makalah ini, kami telah berusaha semaksimal mungkin sesuai dengan
kemampuan kami. Namun sebagai manusia biasa, kami tidak luput dari kesalahan
dan kekhilafan baik dari segi teknik penilisan maupun tata bahasa. Tetapi
walaupun demikian kami berusaha sebisa mungkin menyekesaikan karya tulis ilmiah
walaupun tersusun sangat sederhana.
Kami
menyadari tanpa kerja sama antara Dosen dan Penulis, serta beberapa kerabat
yang memberi berbagai masukan yang bermanfaat bagi kami demi tersusunnya
makalah ini. Untuk itu kami mengucapkan
terimakasih kepada Dosen Pembimbing kami yaitu Bu Rangga Pusmaika, SST. dan juga kerabat yang
telah memberi masukan kepada kami.
Kami
menyadari bahwa karya tulis ini tidak lepas dari ketidaksempurnaan dan
kesalahan. Oleh karena itu saran dan kritik dari semua pihak akan kami terima
dengan lapang hati.
Dengan
terselesaikannya penyusunan karya tulis ini mudah-mudahan bermanfaat, khususnya
bagi pembaca.
Amin.
Tangerang,
1 Desember 2012
Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang Masalah
Bidan sebagai seorang pemberi layanan kesehatan harus
dapat melaksanakan pelayanan kebidanan dengan melaksanakan manajemen kebidanan
yang baik dan berkualitas. Dalam hal ini bidan berperan sebagai seorang manajer
yaitu mengelola dan mengatur segala sesuatu tentang kliennya sehingga tercapai
tujuan yang diharapkan.
Manajemen sangat universal tetapi tidak ada
kesepakatan mengenai batasannya. Banyak definisi yang dipilih sesuai dengan
tujuan masing-masing. Batasan yang paling singkat mengenai manajemen adalah
membuat pekerjaan selesai.
B.
Tujuan
Penulisan
Tujuan
pembuatan makalah ini adalah :
1. Memahami pengertian manajemen kebidanan dengan
pendekatan melalui metode pemecahan masalah.
2. Memahami prinsip manajemen kebidanan berdasarkan
proses manajemen kebidanan American Collage of Nurse Midwife (ACNM).
3. Memahami
proses manajemen kebidanan sesuai
langkah atau
proses manajemen kebidanan yang
dilakukan secara sistematis.
BAB II
ISI
A. Manajemen Kebidanan
Bidan dalam prakteknya secara profesional, dituntut
tanggungjawab manajerial yang bermutu. Untuk itu metode ilmiah akan dapat
dilakukan bila telah memahami betul teknik-teknik manajemen yang adekuat.
Artinya di dalam prakteknya yang penuh tanggungjawab dilakukan menggunakan
teori-teori dan prinsip manajemen yang telah diakui secara nasional maupun
internasional. Dengan kata lain, bidan praktek telah menggunakan manajemen
kebidanan yang adekuat dalam memberikan asuhan kebidanan pada kliennya.
1.
Pengertian Manajemen Kebidanan
Manajemen
kebidanan adalah suatu metode proses berpikir logis sistematis. Oleh karena itu
manajemen kebidanan merupakan alur pikir bagi seorang bidan dalam memberikan
arah atau kerangka dalam menangani kasus yang menjadi tanggungjawabnya.
Menurut
Helen Varney, manajemen kebidanan adalah proses pemecahan masalah yang
digunakan sebagai metode untuk mengorganisasikan pikiran dan tindakan
berdasarkan teori ilmiah, penemuan-penemuan, keterampilan dalam rangkaian atau
tahapan yang logis untuk pengambilan suatu keputusan berfokus pada klien.
Dalam
melaksanakan pelayanan kebidanan, bidan melakukan pendekatan melalui metode
pemecahan masalah yang dikenal dengan manajemen kebidanan yaitu:
a.
Identifikasi dan
analisis masalah yang mencakup pengumpulan data subyektif dan obyektif dan
analisis data dari yang dikumpulkan atau dicatat.
b.
Perumusan (diagnosa)
masalah utama, masalah yang mungkin akan timbul (potensi), serta penentuan
perlunya konsultasi, kolaborasi dan rujukan.
c.
Penyusunan
rencana tindakan berdasarkan hasil perumusan.
d.
Pelaksanaan
tindakan kebidanan sesuai dengan kewenangan.
e.
Evaluasi hasil
tindakan untuk menentukan tingkat keberhasilan tindakan.
2.
Prinsip Manajemen Kebidanan
Helen
Varney (1997) menjelaskan bahwa prinsip manajemen adalah pemecahan masalah.
Dalam buku teks masalah kebidanan yang ditulisnya pada tahun 1981 proses
manajemen kebidanan diselesaikan melalui 5 langkah.
Setelah
menggunakannya, Varney melihat ada beberapa hal penting yang disempurnakan.
Misalnya seorang bidan dalam manajemen
yang dilakukannya perlu lebih kritis untuk mengantisipasi masalah atau
diagnosa potensial.
Varney
kemudian menyempurnakan proses manajemen kebidanan menjadi 7 langkah. Ia
menambahkan langkah ke 3 agar bidan lebih kritikal mengantisipasi masalah yang
kemungkinan dapat terjadi pada kliennya.
Varney
menambahkan langkah ke 4 dimana bidan diharapkan dapat menggunakan kemampuannya
untuk melakukan deteksi dini dalam proses manajemen sehingga bila klien
membutuhkan tindakan segera atau kolaborasi, konsultasi bahkan rujukan segera
dapat dilaksanakan.
Proses
manajemen kebidanan ini ditulis oleh Varney berdasarkan proses manajemen
kebidanan American Collage of Nurse Midwife (ACNM) yang pada dasar pemikirannya
sama dengan proses manajemen menurut Varney.
Proses
manajemen kebidanan sesuai dengan standar yang dikeluarkan oleh American
Collage of Nurse Midwife (ACNM) terdiri dari:
a.
Secara
sistematis mengumpulkan data dan memperbaharui data yang lengkap.
b.
Mengidentifikasi
masalah dan membuat diagnosa berdasarkan interpretasi data.
c.
Mengidentifikasi
kebutuhan terhadap asuhan kesehatan dalam menyelasaikan masalah dan merumuskan
tujuan asuhan kesehatan bersama klien.
d.
Memberi
informasi dan dukungan sehingga klien dapat membuat keputusan.
e.
Membuat rencana
asuhan yang komprehensif bersama klien.
f.
Secara pribadi
bertanggungjawab terhadap implementasi rencana individual.
g.
Melakukan
konsultasi, perencanaan dan melaksanakan manajemen dengan kolaborasi dan
rujukan untuk mendapat asuhan selanjutnya.
h.
Merencanakan
manajemen terhadap komplikasi tertentu dalam situasi darurat dan bila ada
penyimpangan dari keadaan normal.
i.
Melakukan
evaluasi bersama klien terhadap pencapaian asuhan kesehatan.
3.
Proses Manajemen Kebidanan
Penerapan
manajemen kebidanan dalam bentuk kegiatan praktek kebidanan dilakukan melalui
suatu proses yang disebut langkah-langkah atau proses manajemen kebidanan.
Langkah-langkah
manajemen kebidanan yaitu:
1.
Pengumpulan Data
Mengumpulkan
semua informasi yang akurat dan lengkap dari semua sumber yang berkaitan dengan
kondisi klien. Untuk memperoleh data klien dilakukan dengan cara:
a.
Data subyektif
dengan anamnesa yaitu kegiatan wawancara antara bidan dengan klien untuk
memperoleh data klien yaitu:
-
Nama
: Bu Lika Sari
-
Umur
: 35 Tahun
-
Alamat
: Perumnas 2,
Karawaci
-
Pekerjaan
: Guru Matematika SD
-
Agama
: Islam
-
Pendidikan : S1
Universitas Muhammadiyah Tangerang
-
Keluhan utama
: Sakit Kepala, Kaki dan
Jari Tangan Bengkak
-
Riwayat Penyakit : Hipertensi
-
Riwayat Kehamilan :
Multigravida, Matur, Viable, Partus Normal
-
Riwayat KB : Suntik,
1 Tahun, Tidak Haid dan Sakit
Kepala
-
Riwayat Perkawinan : Suami
Pertama, 12 Tahun
-
Pemenuhan Gizi : 4
Sehat Cukup 5 Sempurna Tidak
-
Keadaan Psikologis : Mendapat Dukungan
Dari Keluarga
-
Pengetahuan : Kurang
Pengetahuan Tentang Kehamilan
b. Data objektif
1. Pemeriksaan fisik yaitu:
-
Palpasi (meraba)
-
Inspeksi (melihat)
-
Perkusi (mengetuk)
-
Auskultasi (mendengar)
2. Pemeriksaan tanda-tanda vital yaitu:
-
Tekanan darah
-
Suhu tubuh
-
Denyut nadi
-
Respirasi
3. Pemeriksaan khusus
4. Pemeriksaan penunjang
2. Interpretasi Data Dasar
Melakukan
identifikasi terhadap diagnosa atau masalah berdasarkan interpretasi atas
data-data yang telah dikumpulkan. Data dasar yang telah dikumpulkan
diinterpretasikan sehingga dapat merumuskan diagnosa dan masalah yang spesifik.
Diagnosa
meliputi keadaan klien dan janin, masalah utama dan penyebabnya, masalah
potensial dan prognosa.
Contoh
diagnosa:
Ibu
multigravida 1, partus 1, abortus 0, kehamilan 36 minggu, DJJ positif, janin
tunggalviable.
Masalah
adalah hal yang dialami klien dan diidentifikasi oleh bidan sesuai dengan hasil
pengkajian.
Contoh
masalah :
Peningkatan
tekanan darah dan gangguan psikologi yaitu cemas karena kondisi ibu. Sakit
kepala, kaki dan jari tangan bengkak, tidak percaya diri yang disebabkan oleh
kurang pengetahuan tentang kehamilan.
Keterkaitan
antara diagnosa dan masalah adalah masalah tidak dapat didefinisikan seperti
diagnosa, tetapi tetap membutuhkan penanganan.
3. Identifikasi Diagnosa Atau Masalah Potensial
Mengidentifikasi
diagnosa dan masalah potensial berdasarkan diagnosa atau masalah yang sudah
diidentifikasi. Langkah ini membutuhkan antisipasi, bila memungkinkan dilakukan
pencegahan.
Bidan
dituntut untuk mampu mengantisipasi masalah potensial, tidak hanya merumuskan
masalah potensial yang akan terjadi tetapi juga merumuskan tindakan antisipasi
agar masalah atau diagnose potensial tidak terjadi.
Contoh
diagnosa potensial yang mungkin muncul pada ibu bersalin dengan preeklamsi
ringan adalah preeklamsi berat. Untuk mencegah terjadinya preeklamsi berat
dilakukan pemantauan tekanan darah.
Kaji
ulang apakah diagnosa dan masalah potensial yang diidentifikasi sudah tepat.
4. Menetapkan Kebutuhan Tindakan Segera
Mengidentifikasi
perlunya tindakan segera oleh dokter atau dikonsultasikan bersama dengan
anggota tim kesehatan lain sesuai dengan kondisi klien.
Contoh
kondisi yang mungkin muncul adalah kegawatan pada janin yang perlu tindakan
segara dengan oksigenasi dan melakukan kolaborasi dengan dokter untuk
penanganan atau pemberian terapi dan oksigenasi.
Dalam
kondisi tertentu seorang wanita mungkin akan memerlukan konsultasi atau
kolaborasi dengan dokter atau tim medis lain seperti ahli gizi atau ahli
perawatan klinis bayi baru lahir. Dalam hal ini bidan harus mampu mengevaluasi
kondisi setiap klien untuk menentukan kepada siapa konsultasi dan kolaborasi
yang paling tepat dalam manajemen asuhan kebidanan.
Kaji
ulang apakah tindakan segera ini benar-benar dibutuhkan.
5.
Perencanaan
Asuhan
Merencanakan
asuhan yang menyeluruh ditentukan oleh langkah-langkah sebelumnya. Rencana
asuhan yang menyeluruh tidak hanya meliputi apa yang sudah teridentifikasi dari
kondisi klien atau setiap masalah yang berkaitan. Tetapi juga dari apa yang
diperkirakan akan terjadi berikutnya, apakah dibutuhkan penyuluhan dan
konseling, apakah perlu merujuk klien bila ada masalah yang berkaitan dengan sosial,
ekonomi, kultural ataupun psikologis.
Contoh perencanaan
asuhan berkaitan dengan diagnosa dan masalah yang ditetapkan dan disusun secara
prioritas yaitu :
1)
Memberitahu
tentang hasil pemeriksaan keadaan ibu dan janin
2)
Melakukan
kolaborasi dengan dokter untuk pemberian terapi dan pemeriksaan laboratorium.
Setiap
rencana asuhan harus disetujui oleh kedua pihak yaitu bidan dan klien agar
dapat
dilaksanakan dengan efektif. Pada langkah ini tugas bidan adalah merumuskan
rencana asuhan sesuai dengan hasil pembahasan rencana asuhan bersama klien
kemudian membuat kesepakatan bersama sebelum melasanakan.
Semua
keputusan yang dikembangkan dalam asuhan menyeluruh harus rasional dan
benar-benar valid berdasarkan pengetahuan dan teori yang up to date serta
sesuai asumsi tentang apa yang akan dilakukan klien.
Kaji
ulang apakah rencana asuhan sudah melputi semua aspek asuhan kesehatan terhadap
wanita.
6.
Implementasi
Melaksakan
asuhan langsung dengan efisien dan aman.
Perencanaan ini dapat dilakukan seluruhnya oleh bidan, sebagian lagi klien atau
tim medis lainnya.
Contoh
pelaksanaan berdasarkan rencana yang disusun adalah:
1)
Memberikan
informasi tentang keadaan pasien.
2)
Mengadakan
kolaborasi dengan dokter, bila diperlukan.
3)
Memberikan
pengetahuan dan memberi motivasi terhadap tidak lanjut penaganan persalinannya.
Bidan
berkolaborasi dengan dokter untuk menangani klien yang mengalami komplikasi
maka keterlibatan bidan dalam manajemen asuhan bagi klien adalah tetap
tanggungjawab terhadap terlaksananya rencana asuhan bersama yang menyeluruh.
Manajemen yang efisien menyangkut waktu, biaya serta meningkatkan mutu dan
asuhan klien.
Kaji
ulang apakah semua rencana asuhan telah dilaksanakan.
7.
Evaluasi
Mengevaluasi
keefektifan dari asuhan yang sudah diberikan meliputi pemenuhan kebutuhan akan
bantuan. Evaluasi dilaksanakan untuk menilai pelaksanaan asuhan kebidanan
mengacu pada diagnosa nomenklatur, masalah dan kebutuhan pasien telah dapat
teratasi atau belum adalah:
1)
Apakah PE (Pre
Eklamsi) ringan berlanjut menjadi PE (Pre Eklamsi) berat?
2)
Apakah terjadi
kegawatan pada janin?
3)
Apakah kecemasan
pasien teratasi?
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Pada dasarnya untuk melakukan manajemen kebidanan
harus melalui beberapa langkah atau tahap dan langkah-langkah atau tahap-tahap
tersebut dilakukan secara sistematis dengan metode pendekatan tertentu dalam
membantu pemecahan masalah kesehatan ibu, anak maupun janin.
Secara umum, konsep manajemen kebidanan yang
berkualitas meliputi:
1.
Manajemen
dilakukan melalui pendekatan dengan mengidentifikasi kebutuhan konsumen.
2.
Meliputi seluruh
kegiatan.
3.
Meliputi seluruh
aspek pelayanan dan dedikasi aktif seluruh staf untuk mengidentifikasi seluruh
konsumen.
4.
Memberikan
pelayanan secara berkesinambungan.
5.
Memonitor
kepuasan konsumen.
6.
Memahami
kebutuhan dan memantau perubahan yang terjadi melalui pemantauan ulang,
7.
Meningkatkan
sumber daya untuk mengembangkan kualitas tindakan dan pelayanan khusus secara
tetap melalui prosedur dan system informasi yang fleksibel.
DAFTAR PUSTAKA
Estiwidani, Dwana, dkk,
2008, Konsep Kebidanan, Edisi 2, Fitramaya: Jakarta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar